<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog&#039;s Pembelajaran</title>
	<atom:link href="http://teknopend.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teknopend.wordpress.com</link>
	<description>Guru go Blog !</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Apr 2010 01:32:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='teknopend.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog&#039;s Pembelajaran</title>
		<link>http://teknopend.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://teknopend.wordpress.com/osd.xml" title="Blog&#039;s Pembelajaran" />
	<atom:link rel='hub' href='http://teknopend.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Manajemen Keuangan</title>
		<link>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/28/manajemen-keuangan/</link>
		<comments>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/28/manajemen-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 20:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendraktpdp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknopend.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda ingin mengenal lebih jauh tentang manajemen keuangan, silahkan download link materi manajemen<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=21&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau anda ingin mengenal lebih jauh tentang manajemen keuangan, silahkan download link <a href="http://teknopend.files.wordpress.com/2010/04/materi-manajemen.ppt">materi manajemen</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teknopend.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teknopend.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teknopend.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teknopend.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teknopend.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teknopend.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teknopend.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teknopend.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teknopend.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teknopend.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teknopend.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teknopend.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teknopend.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teknopend.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=21&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/28/manajemen-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49907596070cc5f70eb7e07bd5b86ec7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendraktpdp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ATOM</title>
		<link>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/28/atom-2/</link>
		<comments>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/28/atom-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 18:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendraktpdp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknopend.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Atom adalah satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=17&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://teknopend.files.wordpress.com/2010/04/atomlabeledlarge.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-18" title="AtomLabeledLarge" src="http://teknopend.files.wordpress.com/2010/04/atomlabeledlarge.gif?w=148&#038;h=150" alt="" width="148" height="150" /></a>Atom</strong> adalah satuan dasar <a title="Materi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Materi">materi</a> yang terdiri dari <a title="Inti atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_atom">inti atom</a> beserta awan <a title="Elektron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektron">elektron</a> bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran <a title="Proton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proton">proton</a> yang bermuatan positif dan <a title="Neutron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron">neutron</a> yang bermuatan netral (terkecuali pada <a title="Hidrogen-1" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen-1">Hidrogen-1</a> yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh <a title="Gaya elektromagnetik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_elektromagnetik&amp;action=edit&amp;redlink=1">gaya elektromagnetik</a>. Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya membentuk sebuah <a title="Molekul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul">molekul</a>. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan merupakan <a title="Ion" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ion">ion</a>. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan <a title="Unsur kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia">unsur kimia</a> atom tersebut, dan jumlah <a title="Neutron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron">neutron</a> menentukan <a title="Isotop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop">isotop</a> unsur tersebut.</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<p>Istilah atom berasal dari <a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani">Bahasa Yunani</a> (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> dan <a title="Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani">Yunani</a>. Pada abad ke-17 dan ke-18, para <a title="Kimiawan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimiawan">kimiawan</a> meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para <a title="Fisikawan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisikawan">fisikawan</a> berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa &#8216;atom&#8217; tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip <a title="Mekanika kuantum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_kuantum">mekanika kuantum</a> yang digunakan pada fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-0">[1]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<p>Relatif terhadap pengamatan sehari-hari, atom merupakan objek yang sangat kecil dengan massa yang sama kecilnya pula. Atom hanya dapat dipantau menggunakan peralatan khusus seperti <a title="Mikroskop penerowongan payaran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikroskop_penerowongan_payaran&amp;action=edit&amp;redlink=1">mikroskop penerowongan payaran</a> (<em>scanning tunneling microscope</em>). Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-2">[catatan 1]</a></sup> dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil yang dapat mengalami <a title="Peluruhan radioaktif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_radioaktif">peluruhan radioaktif</a>. Hal ini dapat mengakibatkan <a title="Transmutasi nuklir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transmutasi_nuklir&amp;action=edit&amp;redlink=1">transmutasi</a> yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-3">[3]</a></sup> Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah <a title="Aras energi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aras_energi&amp;action=edit&amp;redlink=1">aras energi</a>, ataupun <a title="Orbital atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orbital_atom">orbital</a>, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan <a title="Foton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Foton">foton</a> yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur dan mempengaruhi sifat-sifat <a title="Magnetisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magnetisme">magnetis</a> atom tersebut.</p>
<p>Inti atom terdiri dari proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat atom. Secara kolektif, proton dan neutron tersebut disebut sebagai <a title="Nukleon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nukleon&amp;action=edit&amp;redlink=1">nukleon</a> (partikel penyusun inti). Jari-jari inti diperkirakan sama dengan   <a title="Femtometer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Femtometer&amp;action=edit&amp;redlink=1">fm</a>, dengan <em>A</em> adalah jumlah nukleon.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-36">[36]</a></sup> Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jari-jari atom. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik potensial yang disebut <a title="Gaya kuat residual (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_kuat_residual&amp;action=edit&amp;redlink=1">gaya kuat residual</a>. Pada jarak lebih kecil daripada 2,5 fm, gaya ini lebih kuat daripada <a title="Gaya elektrostatik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_elektrostatik">gaya elektrostatik</a> yang menyebabkan proton saling tolak menolak.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-pfeffer-37">[37]</a></sup></p>
<p>Atom dari <a title="Unsur kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia">unsur kimia</a> yang sama memiliki jumlah proton yang sama, disebut <a title="Nomor atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atom">nomor atom</a>. Suatu unsur dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi. Variasi ini disebut sebagai <a title="Isotop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop">isotop</a>. Jumlah proton dan neutron suatu atom akan menentukan <a title="Nuklida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nuklida">nuklida</a> atom tersebut, sedangkan jumlah neutron relatif terhadap jumlah proton akan menentukan stabilitas inti atom, dengan isotop unsur tertentu akan menjalankan <a title="Peluruhan radioaktif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_radioaktif">peluruhan radioaktif</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-38">[38]</a></sup></p>
<p>Neutron dan proton adalah dua jenis <a title="Fermion" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fermion">fermion</a> yang berbeda. <a title="Asas pengecualian Pauli (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asas_pengecualian_Pauli&amp;action=edit&amp;redlink=1">Asas pengecualian Pauli</a> melarang adanya keberadaan fermion yang <em>identik</em> (seperti misalnya proton berganda) menduduki suatu keadaan fisik kuantum yang sama pada waktu yang sama. Oleh karena itu, setiap proton dalam inti atom harusnya menduduki keadaan kuantum yang berbeda dengan aras energinya masing-masing. Asas Pauli ini juga berlaku untuk neutron. Pelarangan ini tidak berlaku bagi proton dan neutron yang menduduki keadaan kuantum yang sama.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-raymond-39">[39]</a></sup></p>
<p>Untuk atom dengan nomor atom yang rendah, inti atom yang memiliki jumlah proton lebih banyak daripada neutron berpotensi jatuh ke keadaan energi yang lebih rendah melalui peluruhan radioaktif yang menyebabkan jumlah proton dan neutron seimbang. Oleh karena itu, atom dengan jumlah proton dan neutron yang berimbang lebih stabil dan cenderung tidak meluruh. Namun, dengan meningkatnya nomor atom, gaya tolak-menolak antar proton membuat inti atom memerlukan proporsi neutron yang lebih tinggi lagi untuk menjaga stabilitasnya. Pada inti yang paling berat, rasio neutron per proton yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya akan meningkat menjadi 1,</p>
<p>Gambaran proses fusi nuklir yang menghasilkan inti deuterium (terdiri dari satu proton dan satu neutron). Satu <a title="Positron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Positron">positron</a> (e<sup>+</sup>) dipancarkan bersamaan dengan <a title="Neutrino" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutrino">neutrino</a> elektron.</p>
<p>Jumlah proton dan neutron pada inti atom dapat diubah, walaupun hal ini memerlukan energi yang sangat tinggi oleh karena gaya atraksinya yang kuat. <a title="Fusi nuklir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fusi_nuklir">Fusi nuklir</a> terjadi ketika banyak partikel atom bergabung membentuk inti yang lebih berat. Sebagai contoh, pada inti Matahari, proton memerlukan energi sekitar 3–10 keV untuk mengatasi gaya tolak-menolak antar sesamanya dan bergabung menjadi satu inti.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-40">[40]</a></sup> <a title="Fisi nuklir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisi_nuklir">Fisi nuklir</a> merupakan kebalikan dari proses fusi. Pada fisi nulir, inti dipecah menjadi dua inti yang lebih kecil. Hal ini biasanya terjadi melalui peluruhan radioaktif. Inti atom juga dapat diubah melalui penembakan partikel subatom berenergi tinggi. Apabila hal ini mengubah jumlah proton dalam inti, atom tersebut akan berubah unsurnya.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-41">[41]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-42">[42]</a></sup></p>
<p>Jika massa inti setelah terjadinya reaksi fusi lebih kecil daripada jumlah massa partikel awal penyusunnya, maka perbedaan ini disebabkan oleh pelepasan pancaran energi (misalnya <a title="Sinar gamma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar_gamma">sinar gamma</a>), sebagaimana yang ditemukan pada rumus <a title="E=mc²" href="http://id.wikipedia.org/wiki/E%3Dmc%C2%B2">kesetaraan massa-energi</a> <a title="Einstein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Einstein">Einstein</a>, <em>E</em> = <em>mc</em><sup>2</sup>, dengan <em>m</em> adalah massa yang hilang dan <em>c</em> adalah <a title="Kecepatan cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecepatan_cahaya">kecepatan cahaya</a>. Defisit ini merupakan bagian dari <a title="Energi pengikatan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi_pengikatan&amp;action=edit&amp;redlink=1">energi pengikatan</a> inti yang baru.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-43">[43]</a></sup></p>
<p>Fusi dua inti yang menghasilkan inti yang lebih besar dengan nomor atom lebih rendah daripada <a title="Besi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Besi">besi</a> dan <a title="Nikel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nikel">nikel</a> (jumlah total nukleon sama dengan 60) biasanya bersifat <a title="Eksotermik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eksotermik&amp;action=edit&amp;redlink=1">eksotermik</a>, yang berarti bahwa proses ini melepaskan energi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-44">[44]</a></sup> Adalah proses pelepasan energi inilah yang membuat fusi nuklir pada <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> dapat dipertahankan. Untuk inti yang lebih berat, energi pengikatan per <a title="Nukleon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nukleon&amp;action=edit&amp;redlink=1">nukleon</a> dalam inti mulai menurun. Ini berarti bahwa proses fusi akan bersifat <a title="Endotermik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Endotermik&amp;action=edit&amp;redlink=1">endotermik</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-raymond-39">[39]</a></sup></p>
<h3>Awan elektron</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a></em><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: </em><em><a title="Orbital atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orbital_atom">Orbital atom</a></em><em> dan </em><em><a title="Konfigurasi elektron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konfigurasi_elektron">Konfigurasi elektron</a></em></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Potential_energy_well.svg"></a></p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Potential_energy_well.svg"></a></p>
<p>Sumur potensial yang menunjukkan energi minimum <em>V</em>(<em>x</em>) yang diperlukan untuk mencapai tiap-tiap posisi <em>x</em>. Suatu partikel dengan energi <em>E</em> dibatasi pada kisaran posisi antara <em>x</em><sub>1</sub> dan <em>x</em><sub>2</sub>.</p>
<p>Elektron dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui <a title="Gaya elektromagnetik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_elektromagnetik&amp;action=edit&amp;redlink=1">gaya elektromagnetik</a>. Gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik di sekitar inti. Hal ini berarti bawah energi luar diperlukan agar elektron dapat lolos dari atom. Semakin dekat suatu elektron dalan inti, semakin besar gaya atraksinya, sehingga elektron yang berada dekat dengan pusat sumur potensi memerlukan energi yang lebih besar untuk lolos.</p>
<p>Elektron, sama seperti partikel lainnya, memiliki sifat seperti partikel maupun seperti gelombang (dualisme gelombang-partikel). Awan elektron adalah suatu daerah dalam sumur potensi di mana tiap-tiap elektron menghasilkan sejenis gelombang diam (yaitu gelombang yang tidak bergerak relatif terhadap inti) tiga dimensi. Perilaku ini ditentukan oleh <a title="Orbital atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orbital_atom">orbital atom</a>, yakni suatu fungsi matematika yang menghitung probabilitas suatu elektron akan muncul pada suatu lokasi tertentu ketika posisinya diukur.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-45">[45]</a></sup> Hanya akan ada satu himpunan orbital tertentu yang berada disekitar inti, karena pola-pola gelombang lainnya akan dengan cepat meluruh menjadi bentuk yang lebih stabil.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-Brucat-46">[46]</a></sup></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:AOs-1s-2pz.png"></a></p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:AOs-1s-2pz.png"></a></p>
<p>Fungsi gelombang dari lima orbital atom pertama. Tiga orbital 2p memperlihatkan satu biidang simpul.</p>
<p>Tiap-tiap orbital atom berkoresponden terhadap <a title="Aras energi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aras_energi&amp;action=edit&amp;redlink=1">aras energi</a> elektron tertentu. Elektron dapat berubah keadaannya ke aras energi yang lebih tinggi dengan menyerap sebuah <a title="Foton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Foton">foton</a>. Selain dapat naik menuju aras energi yang lebih tinggi, suatu elektron dapat pula turun ke keadaan energi yang lebih rendah dengan memancarkan energi yang berlebih sebagai foton.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-Brucat-46">[46]</a></sup></p>
<p>Energi yang diperlukan untuk melepaskan ataupun menambah satu elektron (energi pengikatan elektron) adalah lebih kecil daripada energi pengikatan nukleon. Sebagai contohnya, hanya diperlukan 13,6 eV untuk melepaskan elektron dari atom hidrogen.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-47">[47]</a></sup> Bandingkan dengan energi sebesar 2,3 MeV yang diperlukan untuk memecah inti <a title="Deuterium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deuterium">deuterium</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-48">[48]</a></sup> Atom bermuatan listrik netral oleh karena jumlah proton dan elektronnya yang sama. Atom yang kekurangan ataupun kelebihan elektron disebut sebagai <a title="Ion" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ion">ion</a>. Elektron yang terletak paling luar dari inti dapat ditransfer ataupun dibagi ke atom terdekat lainnya. Dengan cara inilah, atom dapat saling <a title="Ikatan kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia">berikatan</a> membentuk <a title="Molekul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul">molekul</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-49">[49]</a></sup></p>
<h3>Sifat-sifat nuklir</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a></em><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: </em><em><a title="Isotop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop">Isotop</a></em><em> dan </em><em><a title="Isotop stabil (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop_stabil&amp;action=edit&amp;redlink=1">Isotop stabil</a></em></p>
<p>Berdasarkan definisi, dua atom dengan jumlah <em>proton</em> yang identik dalam intinya termasuk ke dalam <a title="Unsur kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia">unsur kimia</a> yang sama. Atom dengan jumlah proton sama namun dengan jumlah <em>neutron</em> berbeda adalah dua isotop berbeda dari satu unsur yang sama. Sebagai contohnya, semua hidrogen memiliki satu proton, namun terdapat satu isotop hidrogen yang tidak memiliki neutron (<a title="Hidrogen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen">hidrogen-1</a>), satu isotop yang memiliki satu neutron (<a title="Deuterium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deuterium">deuterium</a>), dua neutron (<a title="Tritium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tritium">tritium</a>), dll. Hidrogen-1 adalah bentuk isotop hidrogen yang paling umum. Kadang-kadang ia disebut sebagai protium.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-50">[50]</a></sup> Semua isotop unsur yang bernomor atom lebih besar daripada 82 bersifat radioaktife.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-sills-51">[51]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-dume-52">[52]</a></sup></p>
<p>Sekitar 339 nuklida yang terbentuk secara alami di <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a>, 269 di antaranya belum pernah terpantau meluruh.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-53">[53]</a></sup> Pada unsur kimia, 80 dari unsur yang diketahui memiliki satu atau lebih <a title="Isotop stabil (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop_stabil&amp;action=edit&amp;redlink=1">isotop stabil</a>. Unsur <a title="Teknesium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknesium">43</a>, <a title="Prometium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prometium">63</a>, dan semua unsur lebih tinggi dari <a title="Bismut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bismut">83</a> tidak memiliki isotop stabil. Dua puluh tujuh unsur hanya memiliki satu isotop stabil, manakala jumlah isotop stabil yang paling banyak terpantau pada unsur <a title="Timah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timah">timah</a> dengan 10 jenis isotop stabil.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-CRC-54">[54]</a></sup></p>
<h3>Massa</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a></em><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: </em><em><a title="Massa atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_atom">Massa atom</a></em><em> dan </em><em><a title="Bobot atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bobot_atom">Bobot atom</a></em></p>
<p>Karena mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron, jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut sebagai <a title="Bilangan massa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilangan_massa&amp;action=edit&amp;redlink=1">bilangan massa</a>. Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan <a title="Satuan massa atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_massa_atom">satuan massa atom</a> (u) yang juga disebut dalton (Da). Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom <a title="Karbon-12 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbon-12&amp;action=edit&amp;redlink=1">karbon-12</a> netral, yang kira-kira sebesar 1,66 × 10<sup>−27</sup> kg.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-iupac-55">[55]</a></sup> <a title="Hidrogen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen">Hidrogen-1</a> yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot atom 1,007825 u.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-56">[56]</a></sup> Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan bilangan massanya dikalikan satuan massa atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-57">[57]</a></sup> Atom stabil yang paling berat adalah timbal-208,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-sills-51">[51]</a></sup> dengan massa sebesar 207,9766521 u.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-58">[58]</a></sup></p>
<p>Para kimiawan biasanya menggunakan satuan <a title="Mol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mol">mol</a> untuk menyatakan jumlah atom. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah atom yang terdapat pada 12 gram persis karbon-12. Jumlah ini adalah sekitar 6,022 × 10<sup>23</sup>, yang dikenal pula dengan nama <a title="Tetapan Avogadro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tetapan_Avogadro">tetapan Avogadro</a>. Dengan demikian suatu unsur dengan massa atom 1 u akan memiliki satu mol atom yang bermassa 0,001 kg. Sebagai contohnya, <a title="Karbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon">Karbon</a> memiliki massa atom 12 u, sehingga satu mol karbon atom memiliki massa 0,012 kg.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-iupac-55">[55]</a></sup></p>
<h3>Ukuran</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a></em><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Jari-jari atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jari-jari_atom">Jari-jari atom</a></em></p>
<p>Atom tidak memiliki batasan luar yang jelas, sehingga dimensi atom biasanya dideskripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom bergabung bersama dalam <a title="Ikatan kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia">ikatan kimia</a>. Jari-jari ini bervariasi tergantung pada jenis atom, jenis ikatan yang terlibat, jumlah atom di sekitarnya, dan spin atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-59">[59]</a></sup> Pada <a title="Tabel periodik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodik">tabel periodik</a> unsur-unsur, jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya periode (atas ke bawah). Sebaliknya jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya nomor golongan (kiri ke kanan).<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-60">[60]</a></sup> Oleh karena itu, atom yang terkecil adalah helium dengan jari-jari 32 <a title="Pikometer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pikometer&amp;action=edit&amp;redlink=1">pm</a>, manakala yang terbesar adalah <a title="Sesium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sesium">sesium</a> dengan jari-jari 225 pm.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-61">[61]</a></sup> Dimensi ini ribuan kali lebih kecil daripada gelombang <a title="Cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya">cahaya</a> (400–700 <a title="Nanometer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nanometer">nm</a>), sehingga atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop optik biasa. Namun, atom dapat dipantau menggunakan <a title="Mikroskop penerowongan payaran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikroskop_penerowongan_payaran&amp;action=edit&amp;redlink=1">mikroskop penerowongan payaran</a>.</p>
<p>Ukuran atom sangatlah kecil, sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-62">[62]</a></sup> Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 10<sup>21</sup> atom oksigen.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-63">[63]</a></sup> <a title="Intan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intan">Intan</a> satu karat dengan massa 2 × 10<sup>-4</sup> kg mengandung sekitar 10<sup>22</sup> atom karbon.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-64">[catatan 2]</a></sup> Jika sebuah apel diperbesar dengan ukuran sebesar Bumi, maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel asli tersebut.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-65">[64]</a></sup></p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Isotopes_and_half-life_1.PNG"></a></p>
<p>Diagram ini menunjukkan waktu paruh (T<sub>½</sub>) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N (dalam satuan detik).</p>
<p>Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif, menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik. Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm).<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-splung-66">[65]</a></sup></p>
<p>Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-67">[66]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-68">[67]</a></sup></p>
<ul>
<li><a title="Peluruhan alfa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_alfa">Peluruhan      alfa</a>, terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium      yang terdiri dri dua proton dan dua neutron). Hasil peluruhan ini adalah      unsur baru dengan <a title="Nomor atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atom">nomor atom</a> yang lebih kecil.</li>
<li><a title="Peluruhan beta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_beta">Peluruhan      beta</a>, diatur oleh <a title="Gaya lemah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_lemah&amp;action=edit&amp;redlink=1">gaya lemah</a>, dan dihasilkan      oleh transformasi neutron menjadi proton, ataupun proton menjadi neutron.      Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron      dan satu <a title="Antineutrino (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antineutrino&amp;action=edit&amp;redlink=1">antineutrino</a>, manakala      transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu <a title="Positron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Positron">positron</a> dan satu <a title="Neutrino" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutrino">neutrino</a>.      Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta.      Peluruhan beta dapat meningkatkan maupun menurunkan nomor atom inti      sebesar satu.</li>
<li><a title="Peluruhan gama (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peluruhan_gama&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peluruhan gama</a>,      dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih      rendah, menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel      alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif.</li>
</ul>
<p>Jenis-jenis <a title="Peluruhan radioaktif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_radioaktif">peluruhan radioaktif</a> lainnya yang lebih jarang meliputi pelepasan neutron dan proton dari inti, emisi lebih dari satu <a title="Partikel beta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partikel_beta">partikel beta</a>, ataupun peluruhan yang mengakibatkan produksi elektron berkecepatan tinggi yang bukan sinar beta, dan produksi foton berenergi tinggi yang bukan sinar gama</p>
<p>Tiap-tiap isotop radioaktif mempunyai karakteristik periode waktu peluruhan (<a title="Waktu paruh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu_paruh">waktu paruh</a>) yang merupakan lamanya waktu yang diperlukan oleh setengah jumlah sampel untuk meluruh habis. Proses peluruhan bersifat eksponensial, sehingga setelah dua waktu paruh, hanya akan tersisa 25% isotop.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-splung-66">[65]</a></sup></p>
<h3>Momen magnetik</h3>
<p>Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum intrinsik yang dikenal dengan nama <a title="Spin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spin">spin</a>. Spin beranalogi dengan <a title="Momentum sudut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Momentum_sudut">momentum sudut</a> suatu objek yang berputar pada <a title="Pusat massa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pusat_massa&amp;action=edit&amp;redlink=1">pusat massanya</a>, walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. Spin diukur dalam satuan <a title="Tetapan Planck" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tetapan_Planck">tetapan Planck</a> tereduksi (ħ), dengan elektron, proton, dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ, atau &#8220;spin-½&#8221;. Dalam atom, elektron yang bergerak di sekitar <a title="Inti atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_atom">inti atom</a> selain memiliki <a title="Spin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spin">spin</a> juga memiliki <a title="Momentum sudut orbital (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Momentum_sudut_orbital&amp;action=edit&amp;redlink=1">momentum sudut orbital</a>, manakala inti atom memiliki momentum sudut pula oleh karena spin nuklirnya sendiri.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-69">[68]</a></sup></p>
<p><a title="Medan magnet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan_magnet">Medan magnet</a> yang dihasilkan oleh suatu atom (disebut <a title="Momen magnetik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Momen_magnetik&amp;action=edit&amp;redlink=1">momen magnetik</a>) ditentukan oleh kombinasi berbagai macam momentum sudut ini. Namun, kontribusi yang terbesar tetap berasal dari spin. Oleh karena elektron mematuhi <a title="Asas pengecualian Pauli (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asas_pengecualian_Pauli&amp;action=edit&amp;redlink=1">asas pengecualian Pauli</a>, yakni tiada dua elektron yang dapat ditemukan pada <a title="Keadaan kuantum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan_kuantum&amp;action=edit&amp;redlink=1">keadaan kuantum</a> yang sama, pasangan elektron yang terikat satu sama lainnya memiliki spin yang berlawanan, dengan satu berspin naik, dan yang satunya lagi berspin turun. Kedua spin yang berlawanan ini akan saling menetralkan, sehingga momen dipol magnetik totalnya menjadi nol pada beberapa atom berjumlah elektron genap.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-schroeder-70">[69]</a></sup></p>
<p>Pada atom berelektron ganjil seperti <a title="Besi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Besi">besi</a>, adanya keberadaan elektron yang tak berpasangan menyebabkan atom tersebut bersifat <a title="Feromagnetik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Feromagnetik">feromagnetik</a>. Orbital-orbital atom di sekeliling atom tersebut saling bertumpang tindih dan penurunan keadaan energi dicapai ketika spin elektron yang tak berpasangan tersusun saling berjajar. Proses ini disebut sebagai <a title="Interaksi pertukaran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Interaksi_pertukaran&amp;action=edit&amp;redlink=1">interaksi pertukaran</a>. Ketika momen magnetik atom feromagnetik tersusun berjajaran, bahan yang tersusun oleh atom ini dapat menghasilkan medan makroskopis yang dapat dideteksi. Bahan-bahan yang bersifat <a title="Paramagnetisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paramagnetisme">paramagnetik</a> memiliki atom dengan momen magnetik yang tersusun acak, sehingga tiada medan magnet yang dihasilkan. Namun, momen magnetik tiap-tiap atom individu tersebut akan tersusun berjajar ketika diberikan medan magnet.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-schroeder-70">[69]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-71">[70]</a></sup></p>
<p>Inti atom juga dapat memiliki spin. Biasanya spin inti tersusun secara acak oleh karena <a title="Kesetimbangan termal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesetimbangan_termal&amp;action=edit&amp;redlink=1">kesetimbangan termal</a>. Namun, untuk unsur-unsur tertentu (seperti <a title="Xenon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Xenon">xenon-129</a>), adalah mungkin untuk memolarisasi keadaan spin nuklir secara signifikan sehingga spin-spin tersebut tersusun berjajar dengan arah yang sama. Kondisi ini disebut sebagai hiperpolarisasi. Fenomena ini memiliki aplikasi yang penting dalam <a title="Pencitraan resonansi magnetik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pencitraan_resonansi_magnetik">pencitraan resonansi magnetik</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-72">[71]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-73">[72]</a></sup></p>
<h3>Aras-aras energi</h3>
<p>Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom, ia memiliki <a title="Energi potensial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_potensial">energi potensial</a> yang berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. Hal ini diukur oleh besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan biasanya diekspresikan dengan satuan <a title="Elektronvolt" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronvolt">elektronvolt</a> (eV). Dalam model mekanika kuantum, elektron-elektron yang terikat hanya dapat menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti, dan tiap-tiap keadaan berkorespondensi terhadap aras energi tertentu. Keadaan energi terendah suatu elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar, manakala keadaan energi yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-74">[73]</a></sup></p>
<p>Agar suatu elektron dapat meloncat dari satu keadaan ke keadaan lainnya, ia haruslah menyerap ataupun memancarkan <a title="Foton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Foton">foton</a> pada energi yang sesuai dengan perbedaan energi potensial antar dua aras tersebut. Energi foton yang dipancarkan adalah sebanding dengan <a title="Frekuensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frekuensi">frekuensinya</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-75">[74]</a></sup> Tiap-tiap unsur memiliki spektrum karakteristiknya masing-masing. Hal ini bergantung pada muatan inti, subkelopak yang terisi dengan elektron, interaksi elektromagnetik antar elektron, dan faktor-faktor lainnya.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-76">[75]</a></sup></p>
<p>Ketika suatu spektrum energi yang berkelanjutan dipancarkan melalui suatu gas ataupun plasma, beberapa foton diserap oleh atom, menyebabkan elektron berpindah aras energi. Elektron yang tereksitasi akan secara spontan memancarkan energi ini sebagai foton dan jatuh kembali ke aras energi yang lebih rendah. Oleh karena itu, atom berperilaku seperti bahan penyaring yang akan membentuk sederetan <a title="Pita absorpsi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pita_absorpsi&amp;action=edit&amp;redlink=1">pita absorpsi</a>. Pengukuran <a title="Spektroskopi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektroskopi">spektroskopi</a> terhadap kekuatan dan lebar <a title="Pita spektrum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pita_spektrum&amp;action=edit&amp;redlink=1">pita spektrum</a> mengijinkan penentuan komposisi dan sifat-sifat fisika suatu zat.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-77">[76]</a></sup></p>
<p>Pemantauan cermat pada garis-garis spektrum menunjukkan bahwa beberapa memperlihatkan adanya pemisahan halus. Hal ini terjadi karena <a title="Kopling spin-orbit (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kopling_spin-orbit&amp;action=edit&amp;redlink=1">kopling spin-orbit</a> yang merupakan interaksi antara spin dengan gerak elektron terluar.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-78">[77]</a></sup> Ketika suatu atom berada dalam medan magnet eksternal, garis-garis spektrum terpisah menjadi tiga atau lebih komponen. Hal ini disebut sebagai <a title="Efek Zeeman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_Zeeman">efek Zeeman</a>. Efek Zeeman disebabkan oleh interaksi medan magnet dengan momen magnetik atom dan elektronnya. Beberapa atom dapat memiliki banyak <a title="Konfigurasi elektron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konfigurasi_elektron">konfigurasi elektron</a> dengan aras energi yang sama, sehingga akan tampak sebagai satu garis spektrum. Interaksi medan magnet dengan atom akan menggeser konfigurasi-konfigurasi elektron menuju aras energi yang sedikit berbeda, menyebabkan garis spektrum berganda.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-79">[78]</a></sup> Keberadaan <a title="Medan listrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan_listrik">medan listrik</a> eksternal dapat menyebabkan pemisahan dan pergeseran garis spektrum dengan mengubah aras energi elektron. Fenomena ini disebut sebagai <a title="Efek Stark (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek_Stark&amp;action=edit&amp;redlink=1">efek Stark</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-80">[79]</a></sup></p>
<h3>Valensi dan perilaku ikatan</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a></em><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: </em><em><a title="Valensi (kimia) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Valensi_%28kimia%29&amp;action=edit&amp;redlink=1">Valensi (kimia)</a></em><em> dan </em><em><a title="Ikatan kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia">Ikatan kimia</a></em></p>
<p>Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam kelopak tersebut disebut <a title="Elektron valensi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektron_valensi&amp;action=edit&amp;redlink=1">elektron valensi</a>. Jumlah elektron valensi menentukan perilaku <a title="Ikatan kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia">ikatan</a> atom tersebut dengan atom lainnya. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-81">[80]</a></sup> Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya, seperti yang terpantau pada <a title="Natrium klorida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_klorida">natrium klorida</a> dan garam-garam ionik lainnya. Namun, banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku valensi berganda, atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang berbeda pada senyawa yang berbeda. Sehingga, <a title="Ikatan kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia">ikatan kimia</a> antara unsur-unsur ini cenderung berupa pembagian elektron daripada transfer elektron. Contohnya meliputi unsur karbon dalam <a title="Senyawa organik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik">senyawa organik</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-82">[81]</a></sup></p>
<p><a title="Unsur kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia">Unsur-unsur kimia</a> sering ditampilkan dalam <a title="Tabel periodik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodik">tabel periodik</a> yang menampilkan sifat-sifat kimia suatu unsur yang berpola. Unsur-unsur dengan jumlah elektron valensi yang sama dikelompokkan secara vertikel (disebut golongan). Unsur-unsur pada bagian terkanan tabel memiliki kelopak terluarnya terisi penuh, menyebabkan unsur-unsur tersebut cenderung bersifat inert (<a title="Gas mulia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_mulia">gas mulia</a>).<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-83">[82]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-84">[83]</a></sup></p>
<h3>Keadaan</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Keadaan materi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan_materi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Keadaan materi</a> dan <a title="Fase benda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fase_benda">Fase benda</a></em></p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bose_Einstein_condensate.png"></a></p>
<p>Cuplikan yang menggambarkan pembentukan <a title="Kondensat Bose-Einstein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kondensat_Bose-Einstein">kondensat Bose-Einstein</a>.</p>
<p>Sejumlah atom ditemukan dalam keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda, yakni <a title="Suhu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu">suhu</a> dan <a title="Tekanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan">tekanan</a>. Dengan mengubah kondisi tersebut, materi dapat berubah-ubah menjadi bentuk <a title="Padat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padat">padat</a>, <a title="Cair" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cair">cair</a>, <a title="Gas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas">gas</a>, dan <a title="Plasma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma">plasma</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-85">[84]</a></sup> Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki berbagai fase. Sebagai contohnya pada karbon padat, ia dapat berupa <a title="Grafit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Grafit">grafit</a> maupun <a title="Intan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intan">intan</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-86">[85]</a></sup></p>
<p>Pada suhu mendekati <a title="Nol mutlak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nol_mutlak">nol mutlak</a>, atom dapat membentuk <a title="Kondensat Bose-Einstein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kondensat_Bose-Einstein">kondensat Bose-Einstein</a>, di mana efek-efek mekanika kuantum yang biasanya hanya terpantau pada skala atom terpantau secara makroskopis.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-87">[86]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-88">[87]</a></sup> Kumpulan atom-atom yang di<em>lewat</em>-dinginkan ini berperilaku seperti satu <a title="Atom super (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atom_super&amp;action=edit&amp;redlink=1">atom super</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-89">[88]</a></sup></p>
<p>Citra <a title="Mikroskop penerowongan payaran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikroskop_penerowongan_payaran&amp;action=edit&amp;redlink=1">mikroskop penerowongan payaran</a> yang menunjukkan atom-atom individu pada permukaan <a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a> (<a title="Indeks miller (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indeks_miller&amp;action=edit&amp;redlink=1">100</a>).</p>
<p><a title="Mikroskop penerowongan payaran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikroskop_penerowongan_payaran&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mikroskop penerowongan payaran</a> (<em>scanning tunneling microscope</em>) adalah suatu mikroskop yang digunakan untuk melihat permukaan suatu benda pada tingkat atom. Alat ini menggunakan fenomena <a title="Penerowongan kuantum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penerowongan_kuantum">penerowongan kuantum</a> yang mengijinkan partikel-partikel menembus sawar yang biasanya tidak dapat dilewati.</p>
<p>Sebuah atom dapat di<a title="Ion" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ion">ionisasi</a> dengan melepaskan satu elektronnya. <a title="Muatan listrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muatan_listrik">Muatan yang ada</a> menyebabkan trayektori atom melengkung ketika ia melalui sebuah <a title="Medan magnet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan_magnet">medan magnet</a>. Jari-jari trayektori ion tersebut ditentukan oleh massa atom. <a title="Spektrometer massa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrometer_massa">Spektrometer massa</a> menggunakan prinsip ini untuk menghitung rasio massa terhadap muatan ion. Apabila sampel tersebut mengandung sejumlah isotop, spektrometer massa dapat menentukan proporsi tiap-tiap isotop dengan mengukur intensitas berkas ion yang berbeda. Teknik untuk menguapkan atom meliputi <a title="Spektroskopi emisi atomik plasma gandeng induktif (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektroskopi_emisi_atomik_plasma_gandeng_induktif&amp;action=edit&amp;redlink=1">spektroskopi emisi atomik plasma gandeng induktif</a> (<em>inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy</em>) dan <a title="Spektrometri massa plasma gandeng induktif (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektrometri_massa_plasma_gandeng_induktif&amp;action=edit&amp;redlink=1">spektrometri massa plasma gandeng induktif</a> (<em>inductively coupled plasma mass spectrometry</em>), keduanya menggunakan plasma untuk menguapkan sampel analisis.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-90">[89]</a></sup></p>
<p>Metode lainnya yang lebih selektif adalah <a title="Spektroskopi pelepasan energi elektron (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektroskopi_pelepasan_energi_elektron&amp;action=edit&amp;redlink=1">spektroskopi pelepasan energi elektron</a> (<em>electron energy loss spectroscopy</em>), yang mengukur pelepasan energi <a title="Berkas elektron (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas_elektron&amp;action=edit&amp;redlink=1">berkas elektron</a> dalam suatu <a title="Mikroskop elektron transmisi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikroskop_elektron_transmisi&amp;action=edit&amp;redlink=1">mikroskop elektron transmisi</a> ketika ia berinteraksi dengan sampel. Tomografi kuar atom memiliki resolusi sub-nanometer dalam 3-D dan dapat secara kimiawi mengidentifikasi atom-atom individu menggunakan <a title="Spektrometri massa waktu lintas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektrometri_massa_waktu_lintas&amp;action=edit&amp;redlink=1">spektrometri massa waktu lintas</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-91">[90]</a></sup></p>
<p>Spektrum <a title="Keadaan tereksitasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan_tereksitasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">keadaan tereksitasi</a> dapat digunakan untuk menganalisa komposisi atom <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a> yang jauh. Panjang gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan oleh bintang dapat dipisahkan dan dicocokkan dengan transisi terkuantisasi atom gas bebas. Warna bintang kemudian dapat direplikasi menggunakan <a title="Lampu lucutan gas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lampu_lucutan_gas&amp;action=edit&amp;redlink=1">lampu lucutan gas</a> yang mengandung unsur yang sama.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-92">[91]</a></sup> <a title="Helium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Helium">Helium</a> pada Matahari ditemukan dengan menggunakan cara ini 23 tahun sebelum ia ditemukan di Bumi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-93">[92]</a></sup></p>
<h2>Asal usul dan kondisi sekarang</h2>
<p>Atom menduduki sekitar 4% densitas energi total yang ada dalam <a title="Alam semesta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alam_semesta">alam semesta</a> terpantau, dengan densitas rata-rata sekitar 0,25 atom/m<sup>3</sup>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-94">[93]</a></sup> Dalam galaksi <a title="Bima Sakti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bima_Sakti">Bima Sakti</a>, atom memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, dengan densitas materi dalam <a title="Medium antarbintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medium_antarbintang">medium antarbintang</a> berkisar antara 10<sup>5</sup> sampai dengan 10<sup>9</sup> atom/m<sup>3</sup>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-95">[94]</a></sup> Matahari sendiri dipercayai berada dalam <a title="Gelembung Lokal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gelembung_Lokal&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gelembung Lokal</a>, yaitu suatu daerah yang mengadung banyak gas ion, sehingga denistas pada sekelilingnya adalah sekitar 10<sup>3</sup> atom/m<sup>3</sup>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-96">[95]</a></sup> Bintang membentuk awan-awan padat dalam medium antarbintang, dan proses evolusioner bintang akan menyebabkan peningkatan kandungan unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium dalam medium antarbintang. Sampai dengan 95% atom Bima Sakti terkonsentrasi dalam bintang-bintang, dan massa total atom ini membentuk sekitar 10% massa galaksi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-97">[96]</a></sup> (Massa sisanya adalah <a title="Materi gelap" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Materi_gelap">materi gelap</a> yang tidak diketahui dengan jelas.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-98">[97]</a></sup>)</p>
<h3>Nukleosintesis</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a></em><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Nukleosintesis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nukleosintesis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nukleosintesis</a></em></p>
<p>Proton dan elektron yang stabil muncul satu detik setelah kejadian <a title="Dentuman Besar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dentuman_Besar">Dentuman Besar</a>. Dalam masa waktu tiga menit sesudahnya, <a title="Nukleosintesis Dentuman Besar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nukleosintesis_Dentuman_Besar&amp;action=edit&amp;redlink=1">nukleosintesis Dentuman Besar</a> kebanyakan menghasilkan <a title="Helium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Helium">helium</a>, <a title="Litium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Litium">litium</a>, dan <a title="Deuterium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Deuterium">deuterium</a>, dan mungkin juga beberapa <a title="Berilium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berilium">berilium</a> dan <a title="Boron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boron">boron</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-99">[98]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-100">[99]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-101">[100]</a></sup> Atom pertama (dengan elektron yang terikat dengannya) secara teoritis tercipta 380.000 tahun sesudah Dentuman Besar, yaitu ketika alam semesta yang mengembang cukup dingin untuk mengijinkan elektron-elektron terikat pada inti atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-102">[101]</a></sup> Sejak saat itulah, inti atom mulai bergabung dalam <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a>-bintang melalui proses <a title="Fusi nuklir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fusi_nuklir">fusi nuklir</a> dan menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat sampai dengan besi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-103">[102]</a></sup></p>
<p>Isotop seperti litium-6 dihasilkan di ruang angkasa melalui <a title="Spalasi sinar kosmis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spalasi_sinar_kosmis&amp;action=edit&amp;redlink=1">spalasi sinar kosmis</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-104">[103]</a></sup> Hal ini terjadi ketika sebuah proton berenergi tinggi menumbuk inti atom, menyebabkan sejumlah besar nukleon berhamburan. Unsur yang lebih berat daripada besi dihasilkan di <a title="Supernova" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Supernova">supernova</a> melalui <a title="Proses r (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses_r&amp;action=edit&amp;redlink=1">proses r</a> dan di <a title="Cabang raksasa asimpotik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cabang_raksasa_asimpotik&amp;action=edit&amp;redlink=1">bintang-bintang AGB</a> melalui <a title="Proses s (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses_s&amp;action=edit&amp;redlink=1">proses s</a>. Kedua-duanya melibatkan penangkapan neutron oleh inti atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-105">[104]</a></sup> Unsur-unsur seperti <a title="Timbal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timbal">timbal</a> kebanyakan dibentuk melalui peluruhan radioaktif unsur-unsur lain yang lebih berat.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-106">[105]</a></sup></p>
<h3>Bumi</h3>
<p>Kebanyakan atom yang menyusun <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">Bumi</a> dan termasuk pula seluruh makhluk hidupnya pernah berada dalam bentuk yang sekarang di <a title="Nebula" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nebula">nebula</a> yang runtuh dari <a title="Awan molekul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awan_molekul">awan molekul</a> dan membentuk <a title="Tata Surya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya">Tata Surya</a>. Sisanya merupakan akibat dari peluruhan radioaktif dan proporsinya dapat digunakan untuk menentukan <a title="Usia Bumi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Usia_Bumi&amp;action=edit&amp;redlink=1">usia Bumi</a> melalui <a title="Penanggalan radiometrik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penanggalan_radiometrik&amp;action=edit&amp;redlink=1">penanggalan radiometrik</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-Manuel_2001-107">[106]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-108">[107]</a></sup> Kebanyakan <a title="Helium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Helium">helium</a> dalam kerak Bumi merupakan produk <a title="Peluruhan alfa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_alfa">peluruhan alfa</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-109">[108]</a></sup></p>
<p>Terdapat sekelumit atom di Bumi yang pada awal pembentukannya tidak ada dan juga bukan merupakan akibat dari peluruhan radioaktif. <a title="Karbon-14 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbon-14&amp;action=edit&amp;redlink=1">Karbon-14</a> secara berkesinambungan dihasilkan oleh sinar kosmik di atmosfer.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-110">[109]</a></sup> Beberapa atom di Bumi secara buatan dihasilkan oleh reaktor ataupun senjata nuklir.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-111">[110]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-112">[111]</a></sup> Dari semua <a title="Unsur transuranium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_transuranium">Unsur-unsur transuranium</a> yang bernomor atom lebih besar daripada 92, hanya <a title="Plutonium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plutonium">plutonium</a> dan <a title="Neptunium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neptunium">neptunium</a> sajalah yang terdapat di Bumi secara alami.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-113">[112]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-114">[113]</a></sup> Unsur-unsur transuranium memiliki waktu paruh radioaktif yang lebih pendek daripada umur Bumi<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-115">[114]</a></sup>, sehingga unsur-unsur ini telah lama meluruh. Pengecualian terdapat pada <a title="Plutonium-244 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Plutonium-244&amp;action=edit&amp;redlink=1">plutonium-244</a> yang kemungkinan tersimpan dalam debu kosmik.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-Manuel_2001-107">[106]</a></sup> Kandungan alami plutonium dan neptunium dihasilkan dari penangkapan neutron dalam bijih uranium.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-116">[115]</a></sup></p>
<p>Bumi mengandung sekitar 1,33 × 10<sup>50</sup> atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-117">[116]</a></sup> Pada atmosfer planet, terdapat sejumlah kecil atom <a title="Gas mulia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_mulia">gas mulia</a> seperti <a title="Argon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Argon">argon</a> dan <a title="Neon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neon">neon</a>. Sisa 99% atom pada atmosfer bumi terikat dalam bentuk molekul, misalnya <a title="Karbon dioksida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_dioksida">karbon dioksida</a>, <a title="Oksigen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen">oksigen</a> <a title="Molekul diatomik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul_diatomik">diatomik</a>, dan <a title="Nitrogen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen">nitrogen</a> diatomik. Pada permukaan Bumi, atom-atom saling berikatan membentuk berbagai macam senyawa, meliputi <a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air">air</a>, <a title="Garam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garam">garam</a>, <a title="Silikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Silikat">silikat</a>, dan <a title="Oksida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksida">oksida</a>. Atom juga dapat bergabung membentuk bahan-bahan yang tidak terdiri dari molekul, contohnya <a title="Kristal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristal">kristal</a> dan <a title="Logam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam">logam</a> padat ataupun cair.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-118">[117]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-119">[118]</a></sup></p>
<h3>Bentuk teoritis dan bentuk langka</h3>
<p>Manakala isotop dengan nomor atom lebih tinggi daripada <a title="Timbal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timbal">timbal</a> (62) bersifat radioaktif, terdapat suatu &#8220;<a title="Pulau stabilitas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulau_stabilitas&amp;action=edit&amp;redlink=1">pulau stabilitas</a>&#8221; yang diajukan untuk beberapa unsur dengan nomor atom di atas 103. Unsur-unsur super berat ini kemungkinan memiliki inti yang secara relatif stabil terhadap peluruhan radioaktif.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-120">[119]</a></sup> Atom super berat yang stabil ini kemungkinan besar adalah <a title="Unbiheksium (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unbiheksium&amp;action=edit&amp;redlink=1">unbiheksium</a>, dengan 126 proton 184 neutron.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-121">[120]</a></sup></p>
<p>Tiap-tiap partikel materi memiliki partikel <a title="Antimateri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antimateri">antimaterinya</a> masing-masing dengan muatan listrik yang berlawanan. Sehingga, <a title="Positron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Positron">positron</a> adalah antielektron yang bermuatan positif, dan antiproton adalah proton yang bermuatan negatif, Ketika materi dan antimateri bertemu, keduanya akan saling memusnahkan. Terdapat ketidakseimbangan antara jumlah partikel materi dan antimateri. Ketidakseimbangan ini masih belum dipahami secara menyeluruh, walaupun terdapat teori <a title="Bariogenesis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bariogenesis&amp;action=edit&amp;redlink=1">bariogenesis</a> yang memberikan penjelasan yang memungkinkan. Antimateri tidak pernah ditemukan secara alami.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-122">[121]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-123">[122]</a></sup> Namun, pada tahun 1996, <a title="Antihidrogen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antihidrogen&amp;action=edit&amp;redlink=1">antihidrogen</a> berhasil disintesis di laboratorium <a title="CERN" href="http://id.wikipedia.org/wiki/CERN">CERN</a> di <a title="Jenewa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jenewa">Jenewa</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-124">[123]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-125">[124]</a></sup></p>
<p>Terdapat pula atom-atom langka lainnya yang dibuat dengan menggantikan satu proton, neutron, ataupun elektron dengan partikel lain yang bermuatan sama. Sebagai contoh, elektron dapat digantikan dengan <a title="Muon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muon">muon</a> yang lebih berat, membentuk <a title="Atom muon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atom_muon&amp;action=edit&amp;redlink=1">atom muon</a>. Jenis atom ini dapat digunakan untuk menguji prediksi fisika.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-126">[125]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-127">[126]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-128">[127]</a></sup></p>
<p>Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan diskret yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu <a title="Milenium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Milenium">milenium</a>. Namun, pemikiran ini masihlah bersifat abstrak dan filosofis daripada berdasarkan pengamatan <a title="Empiris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Empiris">empiris</a> dan <a title="Eksperimen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eksperimen">eksperimen</a>. Secara filosofis, deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut, dan seringkali pula mengandung unsur-unsur spiritual di dalamnya. Walaupun demikian, pemikiran dasar mengenai atom diterima oleh para ilmuwan ribuan tahun kemudian karena ia secara elegan menjelaskan penemuan-penemuan yang baru pada bidang kimia.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-Ponomarev-4">[4]</a></sup></p>
<p>Rujukan paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali ke <a title="India kuno (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=India_kuno&amp;action=edit&amp;redlink=1">India kuno</a> pada abad ke-6 sebelum masehi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-5">[5]</a></sup> Aliran sekolah <a title="Nyaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nyaya">Nyaya</a> dan <a title="Vaisheshika (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Vaisheshika&amp;action=edit&amp;redlink=1">Vaisheshika</a> mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi benda-benda yang lebih kompleks.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-6">[6]</a></sup> Rujukan mengenai atom di dunia Barat muncul satu abad kemudian oleh <a title="Leukippos (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Leukippos&amp;action=edit&amp;redlink=1">Leukippos</a>, yang kemudian oleh muridnya, <a title="Demokritus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokritus">Demokritus</a> mensistematis pandangan ini. Kira-kira pada tahun 450 SM, Demokritus menciptakan istilah <em>átomos</em> (<a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani">bahasa Yunani</a>: <em>ἄ</em><em>τομος</em>), yang berarti &#8220;tidak dapat dipotong&#8221; ataupun &#8220;partikel terkecil materi yang tidak dapat dibagi-bagi lagi&#8221;. Walaupun konsep dari India dan Yunani mengenai atom secara murni hanya didasarkan pada ilmu filosofi, ilmu pengetahuan modern masih menggunakan istilah &#8220;atom&#8221; yang dicetuskan oleh Demokritus tersebut.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-Ponomarev-4">[4]</a></sup></p>
<p>Kemajuan lebih jauh pada pemahaman kita mengenai atom dimulai dengan berkembangnya ilmu <a title="Kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia">kimia</a>. Pada tahun 1661, <a title="Robert Boyle" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Boyle">Robert Boyle</a> mempublikasikan buku <em><a title="The Sceptical Chymist (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Sceptical_Chymist&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Sceptical Chymist</a></em> yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi <em>&#8220;corpuscules&#8221;</em> ataupun atom-atom yang berbeda. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik bahwa materi terdiri dari unsur udara, tanah, api, dan air.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-7">[7]</a></sup> Pada tahun 1789, istilah <em>element</em> (<em>unsur</em>) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis, <a title="Antoine Lavoisier" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antoine_Lavoisier">Antoine Lavoisier</a>, sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-8">[8]</a></sup></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:A_New_System_of_Chemical_Philosophy_fp.jpg"></a></p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:A_New_System_of_Chemical_Philosophy_fp.jpg"></a></p>
<p>Berbagai atom dan molekul yang digambarkan pada buku <a title="John Dalton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/John_Dalton">John Dalton</a>, <em>A New System of Chemical Philosophy</em> (1808).</p>
<p>Pada tahun 1803, <a title="John Dalton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/John_Dalton">John Dalton</a> menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsur-unsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap dan mengapa gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya. Ia mengajukan bahwa setiap unsur mengandung atom-atom tunggal unik yang dapat kemudian lebih jauh bergabung menjadi senyawa-senyawa kimia.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-9">[9]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-10">[10]</a></sup></p>
<p>Teori partikel ini kemudian dikonfirmasi lebih jauh pada tahun 1827, ketika seorang <a title="Botanis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Botanis">botanis</a> <a title="Robert Brown (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Robert_Brown&amp;action=edit&amp;redlink=1">Robert Brown</a> menggunakan <a title="Mikroskop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop">mikroskop</a> untuk mengamati debu-debu yang mengambang di air dan menemukan bahwa debu-debu tersebut bergerak secara acak. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai &#8220;<a title="Gerak Brown" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_Brown">Gerak Brown</a>&#8220;. Pada tahun 1877, J. Desaulx mengajukan bahwa fenomena ini disebabkan oleh gerak termal molekul air, dan pada tahun 1905, <a title="Albert Einstein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein">Albert Einstein</a> membuat analisis matematika gerak ini.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-11">[11]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-12">[12]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-13">[13]</a></sup> Fisikawan Perancis, <a title="Jean Perrin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jean_Perrin">Jean Perrin</a>, kemudian menggunakan hasil kerja Einstein untuk secara eksperimen menentukan massa dan dimensi atom, yang kemudian secara konklusif memverifikasi teori atom Dalton.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-14">[14]</a></sup></p>
<p>Melalui hasil kerjanya pada <a title="Sinar katoda (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinar_katoda&amp;action=edit&amp;redlink=1">sinar katoda</a> pada tahun 1897, <a title="J. J. Thomson" href="http://id.wikipedia.org/wiki/J._J._Thomson">J. J. Thomson</a> menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-nobel1096-15">[15]</a></sup> Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom, dan muatan-muatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif (<a title="Model puding plum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Model_puding_plum&amp;action=edit&amp;redlink=1">model puding plum</a>).</p>
<p>Namun pada tahun 1909, para peneliti di bawah arahan <a title="Ernest Rutherford" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ernest_Rutherford">Ernest Rutherford</a> menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksi oleh teori Thomson. Rutherford kemudian mengajukan bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom pada pusat atom dengan elektron-elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam. Pada tahun 1913, ketika bereksperimen dengan hasil proses <a title="Peluruhan radioaktif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peluruhan_radioaktif">peluruhan radioaktif</a>, <a title="Frederick Soddy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frederick_Soddy">Frederick Soddy</a> menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-16">[16]</a></sup> Istilah <a title="Isotop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop">isotop</a> kemudian diciptakan oleh <a title="Margaret Todd (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Margaret_Todd&amp;action=edit&amp;redlink=1">Margaret Todd</a> sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama. J.J. Thomson menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-17">[17]</a></sup></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bohr_Model.svg"></a></p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Bohr_Model.svg"></a></p>
<p><a title="Model atom Bohr" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Model_atom_Bohr">Model atom hidrogen Bohr</a> yang menunjukkan loncatan elektron antara orbit-orbit tetap dan memancarkan energi <a title="Foton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Foton">foton</a> dengan frekuensi tertentu.</p>
<p>Sementara itu, pada tahun 1913, fisikawan <a title="Niels Bohr" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Niels_Bohr">Niels Bohr</a> mengkaji ulang model atom Rutherford dan mengajukan bahwa elektron-elektron terletak pada orbit-orbit yang terkuantisasi dan dapat meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya, namun tidak dapat dengan bebas berputar spiral ke dalam maupun keluar dalam keadaan transisi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-18">[18]</a></sup> Elektron haruslah menyerap ataupun memancarkan sejumlah energi tertentu untuk melakukan transisi antara orbit-orbit yang tetap ini. Ketika <a title="Cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya">cahaya</a> dari materi yang dipanaskan memancar melalui prisma, ia dapat menghasilkan <a title="Spektrum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum">spektrum</a> multiwarna. Penampakan garis-garis spektrum tertentu ini berhasil dijelaskan oleh teori transisi orbital ini.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-19">[19]</a></sup></p>
<p>Pada tahun 1916, <a title="Ikatan kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia">ikatan kimia</a> antar atom kemudian dijelaskan oleh <a title="Gilbert Newton Lewis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gilbert_Newton_Lewis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gilbert Newton Lewis</a> sebagai interaksi antara elektron-elektron atom tersebut.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-20">[20]</a></sup> Karena sifat-sifat kimiawi unsur-unsur secara garis besar memiliki periodisitas,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-21">[21]</a></sup> pada tahun 1919 <a title="Irving Langmuir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irving_Langmuir">Irving Langmuir</a> mengajukan bahwa hal ini dapat dijelaskan apabila elektron-elektron pada sebuah atom saling berhubungan atau berkumpul dalam bentuk-bentuk tertentu. Sekelompok elektron diperkirakan menduduki satu set <a title="Kelopak elektron (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelopak_elektron&amp;action=edit&amp;redlink=1">kelopak elektron</a> di sekitar inti atom.</p>
<p><a title="Percobaan Stern-Gerlach (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Percobaan_Stern-Gerlach&amp;action=edit&amp;redlink=1">Percobaan Stern-Gerlach</a> pada tahun 1922 memberikan bukti lebih jauh mengenai sifat-sifat kuantum atom. Ketika seberkas atom perak ditembakkan melalui medan magnet, berkas tersebut terpisah-pisah sesuai dengan arah momentum sudut atom (spin). Oleh karena arah spin adalah acak, berkas ini diharapkan menyebar menjadi satu garis. Namun pada kenyataannya, berkas ini terbagi menjadi dua bagian, tergantung dari apakah spin atom tersebut berorientasi ke atas ataupun ke bawah.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-22">[22]</a></sup></p>
<p>Pada tahun 1926, dengan menggunakan pemikiran <a title="Louis de Broglie" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Louis_de_Broglie">Louis de Broglie</a> bahwa partikel berperilaku seperti gelombang, Erwin Schrödinger mengembangkan suatu model atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai <a title="Gelombang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang">gelombang</a> tiga dimensi daripada sebagai titik-titik partikel. Konsekuensi penggunaan bentuk gelombang untuk menjelaskan elektron ini adalah bahwa adalah tidak mungkin untuk secara matematis menghitung <a title="Posisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Posisi">posisi</a> dan <a title="Momentum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Momentum">momentum</a> partikel secara bersamaan. Hal ini kemudian dikenal sebagai <a title="Prinsip ketidakpastian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_ketidakpastian">prinsip ketidakpastian</a>, yang dirumuskan oleh <a title="Werner Heisenberg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Werner_Heisenberg">Werner Heisenberg</a> pada 1926. Menurut konsep ini, untuk setiap pengukuran suatu posisi, seseorang hanya bisa mendapatkan kisaran nilai-nilai probabilitas momentum, demikian pula sebaliknya. Walaupun model ini sulit untuk divisualisasikan, ia dapat dengan baik menjelaskan sifat-sifat atom yang terpantau yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan oleh teori mana pun. Oleh sebab itu, model atom yang menggambarkan elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari digugurkan dan digantikan oleh model <a title="Orbital atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orbital_atom">orbital atom</a> di sekitar inti di mana elektron paling berkemungkinan berada.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-23">[23]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-24">[24]</a></sup></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mass_Spectrometer_Schematic.svg"></a></p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mass_Spectrometer_Schematic.svg"></a></p>
<p>Diagram skema spetrometer massa sederhana.</p>
<p>Perkembangan pada <a title="Spektrometri massa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektrometri_massa&amp;action=edit&amp;redlink=1">spektrometri massa</a> mengijin pengukuran massa atom secara eksak. Peralatan spektrometer ini menggunakan magnet untuk membelokkan trayektori berkas ion dan banyaknya defleksi ditentukan dengan rasio massa atom terhadap muatannya. Kimiawan <a title="Francis William Aston" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Francis_William_Aston">Francis William Aston</a> menggunakan peralatan ini untuk menunjukkan bahwa isotop mempunyai massa yang berbeda. Perbedaan massa antar isotop ini berupa bilangan bulat, dan ia disebut sebagai <a title="Kaidah bilangan bulat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaidah_bilangan_bulat&amp;action=edit&amp;redlink=1">kaidah bilangan bulat</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-25">[25]</a></sup> Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya <a title="Neutron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron">neutron</a>, yakni partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan <a title="Proton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proton">proton</a>, oleh <a title="James Chadwick" href="http://id.wikipedia.org/wiki/James_Chadwick">James Chadwick</a> pada tahun 1932. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama, namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-26">[26]</a></sup></p>
<p>Pada tahun 1950-an, perkembangan <a title="Pemercepat partikel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemercepat_partikel">pemercepat partikel</a> dan <a title="Detektor partikel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Detektor_partikel&amp;action=edit&amp;redlink=1">detektor partikel</a> mengijinkan para ilmuwan mempelajari dampak-dampak dari atom yang bergerak dengan energi yang tinggi.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-27">[27]</a></sup> Neutron dan proton kemudian diketahui sebagai <a title="Hardon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hardon&amp;action=edit&amp;redlink=1">hardon</a>, yaitu komposit partikel-partikel kecil yang disebut sebagai <a title="Kuark (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuark&amp;action=edit&amp;redlink=1">kuark</a>. Model-model standar fisika nuklir kemudian dikembangkan untuk menjelaskan sifat-sifat inti atom dalam hal interaksi partikel subatom ini.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-28">[28]</a></sup></p>
<p>Sekitar tahun 1985, <a title="Steven Chu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Steven_Chu">Steven Chu</a> dkk. di <a title="Bell Labs" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bell_Labs">Bell Labs</a> mengembangkan sebuah teknik untuk menurunkan temperatur atom menggunakan <a title="Laser" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laser">laser</a>. Pada tahun yang sama, sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh <a title="William Daniel Phillips" href="http://id.wikipedia.org/wiki/William_Daniel_Phillips">William D. Phillips</a> berhasil memerangkap atom natrium dalam <a title="Perangkap magnet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perangkap_magnet&amp;action=edit&amp;redlink=1">perangkap magnet</a>. <a title="Claude Cohen-Tannoudji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Claude_Cohen-Tannoudji">Claude Cohen-Tannoudji</a> kemudian menggabungkan kedua teknik tersebut untuk mendinginkan sejumlah kecil atom sampai beberapa <a title="Kelvin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelvin">mickokelvin</a>. Hal ini mengijinkan ilmuwan mempelajari atom dengan presisi yang sangat tinggi, yang pada akhirnya membawa para ilmuwan menemukan <a title="Kondensasi Bose-Einstein (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kondensasi_Bose-Einstein&amp;action=edit&amp;redlink=1">kondensasi Bose-Einstein</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-29">[29]</a></sup></p>
<p>Dalam sejarahnya, sebuah atom tunggal sangatlah kecil untuk digunakan dalam aplikasi ilmiah. Namun baru-baru ini, berbagai peranti yang menggunakan sebuah atom tunggal logam yang dihubungkan dengan <a title="Ligan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ligan">ligan</a>-ligan organik (<a title="Transistor elektron tunggal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transistor_elektron_tunggal&amp;action=edit&amp;redlink=1">transistor elektron tunggal</a>) telah dibuat.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-30">[30]</a></sup> Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memerangkap dan memperlambat laju atom menggunakan <a title="Pendinginan laser (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pendinginan_laser&amp;action=edit&amp;redlink=1">pendinginan laser</a> untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat-sifat atom.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-31">[31]</a></sup></p>
<h2>Komponen-komponen atom</h2>
<h3>Partikel subatom</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a></em><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Partikel subatom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partikel_subatom">Partikel subatom</a></em></p>
<p>Walaupun awalnya kata <em>atom</em> berarti suatu partikel yang tidak dapat dipotong-potong lagi menjadi partikel yang lebih kecil, dalam terminologi ilmu pengetahuan modern, atom tersusun atas berbagai <a title="Partikel subatom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partikel_subatom">partikel subatom</a>. Partikel-partikel penyusun atom ini adalah <a title="Elektron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektron">elektron</a>, <a title="Proton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proton">proton</a>, dan <a title="Neutron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron">neutron</a>. Namun <a title="Hidrogen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen">hidrogen-1</a> tidak mempunyai neutron. Demikian pula halnya pada <a title="Ion hidrogen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ion_hidrogen&amp;action=edit&amp;redlink=1">ion hidrogen</a> positif H<sup>+</sup>.</p>
<p>Dari kesemua partikel subatom ini, elektron adalah yang paling ringan, dengan massa elektron sebesar 9,11 × 10<sup>−31</sup> kg dan mempunyai muatan negatif. Ukuran elektron sangatlah kecil sedemikiannya tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-32">[32]</a></sup> Proton memiliki muatan positif dan massa 1.836 kali lebih berat daripada elektron (1,6726 × 10<sup>−27</sup> kg). Neutron tidak bermuatan listrik dan bermassa bebas 1.839 kali massa elektron<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-33">[33]</a></sup> or (1,6929 × 10<sup>−27</sup> kg).</p>
<p>Dalam model standar fisika, baik proton dan neutron terdiri dari <a title="Partikel elementer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Partikel_elementer&amp;action=edit&amp;redlink=1">partikel elementer</a> yang disebut <a title="Kuark (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuark&amp;action=edit&amp;redlink=1">kuark</a>. Kuark termasuk kedalah golongan partikel <a title="Fermion" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fermion">fermion</a> dan merupakan salah satu dari dua bahan penyusun materi dasar (yang lainnya adalah <a title="Lepton (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lepton&amp;action=edit&amp;redlink=1">lepton</a>). Terdapat enam jenis kuark dan tiap-tiap kuark tersebut memiliki muatan listri fraksional sebesar +2/3 ataupun −1/3. Proton terdiri dari dua <a title="Kuark naik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuark_naik&amp;action=edit&amp;redlink=1">kuark naik</a> (<em>up quark</em>) dan satu <a title="Kuark turun (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuark_turun&amp;action=edit&amp;redlink=1">kuark turun</a> (<em>down quark</em>), manakala neutron terdiri dari satu kuark naik dan dua kuark turun. Perbedaan komposisi kuark ini mempengaruhi perbedaan massa dan muatan antara dua partikel tersebut. Kuark terikat bersama oleh <a title="Gaya nuklir kuat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_nuklir_kuat">gaya nuklir kuat</a> yang diperantarai oleh <a title="Gluon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gluon&amp;action=edit&amp;redlink=1">gluon</a>. Gluon merupakan anggota dari <a title="Boson" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boson">boson</a> <a title="Gauge" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gauge">gauge</a> yang memerantarai gaya-gaya fisika.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-34">[34]</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-35">[35]</a></sup></p>
<h3>Inti atom</h3>
<p><em><a title="!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"></a></em><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Inti atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_atom">Inti atom</a></em></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Binding_energy_curve_-_common_isotopes.svg"></a></p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Binding_energy_curve_-_common_isotopes.svg"></a></p>
<p><a title="Energi pengikatan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Energi_pengikatan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Energi pengikatan</a> yang diperlukan oleh nukleon untuk lolos dari inti pada berbagai isotop.</p>
<p>Inti atom terdiri dari proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat atom. Secara kolektif, proton dan neutron tersebut disebut sebagai <a title="Nukleon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nukleon&amp;action=edit&amp;redlink=1">nukleon</a> (partikel penyusun inti). Jari-jari inti diperkirakan sama dengan   <a title="Femtometer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Femtometer&amp;action=edit&amp;redlink=1">fm</a>, dengan <em>A</em> adalah jumlah nukleon.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-36">[36]</a></sup> Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan jari-jari atom. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik potensial yang disebut <a title="Gaya kuat residual (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_kuat_residual&amp;action=edit&amp;redlink=1">gaya kuat residual</a>. Pada jarak lebih kecil daripada 2,5 fm, gaya ini lebih kuat daripada <a title="Gaya elektrostatik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_elektrostatik">gaya elektrostatik</a> yang menyebabkan proton saling tolak menolak.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_note-pfeffer-37">[37]</a></sup></p>
<h2>Catatan</h2>
<ol>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_ref-2">^</a></strong> Kebanyakan isotop mempunyai jumlah nukleon      lebih banyak dari jumlah elektron. Dalam kasus hydrogen-1, yang mempunyai      satu electron and satu nucleon, protonnya , atau 99,95% dari total massa atom.</li>
<li><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom#cite_ref-64">^</a></strong> Satu karat sama dengan 200 miligram.      Berdasarkan definisi, karbon-12 memiliki 0,012 kg per mol. <a title="Tetapan Avogadro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tetapan_Avogadro">Tetapan      Avogadro</a> sama      dengan 6 × 10<sup>23</sup> atom per mol.</li>
</ol>
<p>Pusat dari <a title="Atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom">atom</a> disebut <strong>inti atom</strong> atau <strong>nukleus</strong>. Inti atom terdiri dari <a title="Proton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proton">proton</a> dan <a title="Neutron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron">neutron</a>. Banyaknya proton dalam inti atom disebut <a title="Nomor atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atom">nomor atom</a>, dan menentukan <a title="Elemen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elemen">elemen</a> dari suatu atom.</p>
<p>Ukuran inti atom jauh lebih kecil dari ukuran atom itu sendiri, dan hampir sebagian besar tersusun dari proton dan neutron, hampir sama sekali tidak ada sumbangan dari elektron.</p>
<p>Jumlah netron dalam inti atom menentukan <a title="Isotop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop">isotop</a> elemen tersebut. Jumlah proton dan netron dalam inti atom saling berhubungan; biasanya dalam jumlah yang sama, dalam nukleus besar ada beberapa netron lebih. Kedua jumlah tersebut menentukan jenis nukleus. Proton dan netron memiliki masa yang hampir sama, dan jumlah dari kedua masa tersebut disebut <a title="Nomor massa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nomor_massa&amp;action=edit&amp;redlink=1">nomor massa</a>, dan beratnya hampir sama dengan <a title="Massa atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_atom">massa atom</a> ( tiap <a title="Isotop" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isotop">isotop</a> memiliki masa yang unik ). Masa dari elektron sangat kecil dan tidak menyumbang banyak kepada masa atom.</p>
<p>Sebuah inti atom (DNA) terdiri dari proton dan neutron yang saling terikat sangat kuat. [[Gaya elektromagnet]] yang menyebabkan semacam arus ([[muatan]]), mencegah proton membentuk ikatan tanpa neutron (gaya elektromagnetik tersebut akan menghancurkan inti nuklir semacam itu &#8211; ikatan tanpa neutron). Ketika neutron dan proton berada dalam jarak yang sangat dekat, mereka ditahan oleh [[gaya nuklir kuat]]. Gaya nuklir kuat ini sangat sangat kuat bila dibandingkan dengan [[gaya gravitasi]] atau dengan gaya elektromagnet, akan tetapi karena gaya nuklir kuat ini hanya bekerja dalam jarak yang sangat pendek (berlawanan dengan gaya gravitasi dan elektromagnet yang mempunyai jangkauan tak terhingga) kita tidak dapat merasakannya dalam kehidupan sehari hari. [[Hidrogen]] adalah satu-satunya unsur yang tidak mempunyai neutron dalam intinya; inti hidrogen hanya terdiri 1 proton. Bentuk stabil dari [[helium]], unsur teringan berikutnya, mempunyai 2 proton dan 2 neutron. Sebagian besar unsur ringan stabil ketika mempunyai jumlah neutron dan proton yang seimbang, tetapi semakin berat/besar suatu unsur ia akan membutuhkan lebih banyak neutron untuk tetap terikat bersama.</p>
<p>Sebuah inti atom (DNA) terdiri dari proton dan neutron yang saling terikat sangat kuat. <a title="Gaya elektromagnet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya_elektromagnet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gaya elektromagnet</a> yang menyebabkan semacam arus (<a title="Muatan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muatan&amp;action=edit&amp;redlink=1">muatan</a>), mencegah proton membentuk ikatan tanpa neutron (gaya elektromagnetik tersebut akan menghancurkan inti nuklir semacam itu &#8211; ikatan tanpa neutron). Ketika neutron dan proton berada dalam jarak yang sangat dekat, mereka ditahan oleh <a title="Gaya nuklir kuat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_nuklir_kuat">gaya nuklir kuat</a>. Gaya nuklir kuat ini sangat sangat kuat bila dibandingkan dengan <a title="Gaya gravitasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_gravitasi">gaya gravitasi</a> atau dengan gaya elektromagnet, akan tetapi karena gaya nuklir kuat ini hanya bekerja dalam jarak yang sangat pendek (berlawanan dengan gaya gravitasi dan elektromagnet yang mempunyai jangkauan tak terhingga) kita tidak dapat merasakannya dalam kehidupan sehari hari. <a title="Hidrogen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen">Hidrogen</a> adalah satu-satunya unsur yang tidak mempunyai neutron dalam intinya; inti hidrogen hanya terdiri 1 proton. Bentuk stabil dari <a title="Helium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Helium">helium</a>, unsur teringan berikutnya, mempunyai 2 proton dan 2 neutron. Sebagian besar unsur ringan stabil ketika mempunyai jumlah neutron dan proton yang seimbang, tetapi semakin berat/besar suatu unsur ia akan membutuhkan lebih banyak neutron untuk tetap terikat bersama.</p>
<h2>[[Isotop]] suatu atom ditentukan oleh jumlah neutron di dalam intinya. [[Isotop]] yang berbeda dari satu unsur yang sama mempunyai [[sifat kimia]] yang sangat mirip karena [[reaksi kimia]] hampir tergantung seluruhnya pada jumlah elektron yang dimiliki sebuah atom. Isotop-isotop dari sampel dari unsur tertentu dapat dipisahkan dengan menggunakan [[sentrifugasi]] atau [[spektometer massa]]. Cara pertama digunakan untuk memproduksi [[uranium]] yang diperkaya dari sebuah sampel uranium biasa dan cara yang kedua digunakan dalam metode [[penanggalan karbon]] (&#8221;carbon dating&#8221;).</h2>
<h2>Jumlah proton dan netron menentukan tipe dari nukleus atau inti atom. Proton dan neutron hampir memiliki massa yang sama, dan kombinasi jumlah, jumlah massa, rata-rata sama dengan massa atomik sebuah atom. Kombinasi massa dari elektron sangat kecil secara perbandingan terhadap massa nukleus, di karenakan berat dari proton dan neutron hampir 2000 kali massa elektron.</h2>
<p><strong>Isotop</strong> adalah bentuk dari <a title="Unsur kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia">unsur</a> yang <a title="Nukleus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nukleus">nukleusnya</a> memiliki <a title="Nomor atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atom">nomor atom</a> yang sama-jumlah <a title="Proton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proton">proton</a> di nukleus- tetapi dengan <a title="Masa atom (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masa_atom&amp;action=edit&amp;redlink=1">masa atom</a> yang berbeda karena mereka memiliki jumlah <a title="Neutron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron">neutron</a> yang berbeda.</p>
<p>Kata <em>isotop</em>, berarti <em>di tempat yang sama</em>, berasal dari fakta bahwa seluruh isotop dari sebuah unsur terletak di tempat yang sama dalam <a title="Tabel periodik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodik">tabel periodik</a>.</p>
<p>Secara bersama, isotop-isotop dari unsur-unsur membentuk suatu set <em>nuklida</em>. Sebuah nuklida adalah satu jenis tertentu nukleus atom, atau lebih umum sebuah aglomerasi proton dan neutron. Lebih tepat lagi untuk mengatakan bahwa sebuah unsur seperti <a title="Fluorine" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fluorine">fluorine</a> terdiri dari satu nuklida stabil dan bukan dia memiliki satu isotop stabil.</p>
<p>Dalam <a title="Nomenklatur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nomenklatur">nomenklatur</a> ilmiah, isotop (nuklida) dispesifikasikan berdasarkan nama unsur tertentu oleh sebuah &#8220;hyphen&#8221; dan jumlah nukleon (proton dan neutron) dalam nukleus atom (misal, helium-3, <a title="Carbon-12 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Carbon-12&amp;action=edit&amp;redlink=1">carbon-12</a>, <a title="Carbon-14 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Carbon-14&amp;action=edit&amp;redlink=1">carbon-14</a>, iron-57, <a title="Uranium-238" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uranium-238">uranium-238</a>). Dalam bentuk simbolik, jumlah nukleon ditandakan sebagai sebuah prefik naik-ke-atas terhadap <a title="Simbol kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Simbol_kimia">simbol kimia</a> (misal, <sup>3</sup>He, <sup>12</sup>C, <sup>14</sup>C, <sup>57</sup>Fe, <sup>238</sup>U).</p>
<p>Kimia sering disebut sebagai &#8220;ilmu pusat&#8221; karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti <a title="Fisika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika">fisika</a>, <a title="Ilmu bahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_bahan">ilmu bahan</a>, <a title="Nanoteknologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nanoteknologi">nanoteknologi</a>, <a title="Biologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi">biologi</a>, <a title="Farmasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Farmasi">farmasi</a>, <a title="Kedokteran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran">kedokteran</a>, <a title="Bioinformatika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika">bioinformatika</a>, dan <a title="Geologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi">geologi</a> <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia#cite_note-0">[1]</a></sup>. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, <a title="Kimia fisik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_fisik">kimia fisik</a> melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap <a title="Materi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Materi">materi</a> pada tingkat <a title="Atom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atom">atom</a> dan <a title="Molekul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul">molekul</a>.</p>
<p>Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan <a title="Energi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi">energi</a>, terutama dalam hubungannya dengan <a title="Hukum pertama termodinamika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_pertama_termodinamika">hukum pertama termodinamika</a>. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara <a title="Zat kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zat_kimia">zat kimia</a> dalam <a title="Reaksi kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia">reaksi kimia</a>, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan <a title="Entalpi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Entalpi">entalpi</a>, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu <a title="Katalis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katalis">katalis</a>, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah <a title="Asam sulfat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_sulfat">asam sulfat</a> yang mengkatalisasi <a title="Elektrolisis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrolisis">elektrolisis</a> air) atau fenomena immaterial (seperti <a title="Radiasi elektromagnet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi_elektromagnet">radiasi elektromagnet</a> dalam reaksi <a title="Fotokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fotokimia">fotokimia</a>). Kimia tradisional juga menangani <a title="Analisis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis">analisis</a> zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam <a title="Spektroskopi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektroskopi">spektroskopi</a>.</p>
<p>Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen <a title="Subatom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subatom">subatom</a> yang membentuk atom; <a title="Proton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proton">proton</a>, <a title="Elektron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektron">elektron</a>, dan <a title="Neutron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neutron">neutron</a>. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti <a title="Ion" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ion">ion</a>, <a title="Molekul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul">molekul</a>, atau <a title="Kristal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristal">kristal</a>. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. <a title="Baja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baja">Baja</a> lebih keras dari <a title="Besi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Besi">besi</a> karena atom-atomnya terikat dalam <a title="Struktur kristal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_kristal">struktur kristal</a> yang lebih kaku. <a title="Kayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu">Kayu</a> terbakar atau mengalami <a title="Oksidasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksidasi">oksidasi</a> cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan <a title="Oksigen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen">oksigen</a> pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.</p>
<p>Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah <a title="Padat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padat">padat</a>, <a title="Cair" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cair">cair</a>, <a title="Gas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas">gas</a>, dan <a title="Plasma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma">plasma</a>. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di <a title="Luar angkasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Luar_angkasa">luar angkasa</a> yang berupa <a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang">bintang</a>, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada <a title="Suhu kamar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu_kamar">suhu kamar</a> yang dapat melawan <a title="Gravitasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gravitasi">gravitasi</a> atau gaya lemah lain yang mencoba merubahnya. Zat <a title="Cair" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cair">cair</a> memiliki <a title="Ikatan kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia">ikatan</a> yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. <a title="Gas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas">Gas</a> tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.</p>
<p><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kochendes_wasser02.jpg"></a></p>
<p><a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air">Air</a> yang dipanaskan akan berubah <a title="Fase benda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fase_benda">fase</a> menjadi uap air.</p>
<p><a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air">Air</a> (H<sub>2</sub>O) berbentuk <a title="Cairan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cairan">cairan</a> dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh <a title="Gaya antarmolekul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_antarmolekul">gaya antarmolekul</a> yang disebut <a title="Ikatan Hidrogen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_Hidrogen">ikatan Hidrogen</a>. Di sisi lain, <a title="Hidrogen sulfida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_sulfida">hidrogen sulfida</a> (H<sub>2</sub>S) berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (<em>dipole</em>) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °<a title="Celsius" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius">C</a> sampai 100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat <a title="Panas penguapan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panas_penguapan">panas penguapan</a>) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.</p>
<p><a title="Ilmuwan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmuwan">Ilmuwan</a> yang mempelajari kimia sering disebut <a title="Kimiawan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimiawan">kimiawan</a>. Sebagian besar kimiawan melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering disebut &#8220;kimia umum&#8221; dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.</p>
<p>Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada <a title="Alkimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkimia">alkimia</a> yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.</p>
<h2>Sejarah</h2>
<h2>Cabang ilmu kimia</h2>
<p>Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.</p>
<ul>
<li><a title="Kimia analitik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_analitik">Kimia analitik</a> adalah <a title="Analisis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis">analisis</a> cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman      tentang <a title="Susunan kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Susunan_kimia">susunan kimia</a> dan <a title="Struktur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur">strukturnya</a>. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen      standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua      subdisiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.</li>
<li><a title="Biokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biokimia">Biokimia</a> mempelajari <a title="Senyawa kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_kimia">senyawa kimia</a>, <a title="Reaksi kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia">reaksi kimia</a>, dan <a title="Interaksi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi">interaksi</a> kimia yang terjadi dalam <a title="Organisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisme">organisme</a> hidup. Biokimia dan kimia organik      berhubungan sangat erat, seperti dalam <a title="Kimia medisinal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_medisinal">kimia medisinal</a> atau <a title="Neurokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neurokimia">neurokimia</a>. Biokimia      juga berhubungan dengan <a title="Biologi molekular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi_molekular">biologi molekular</a>, <a title="Fisiologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisiologi">fisiologi</a>,      dan <a title="Genetika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika">genetika</a>.</li>
<li><a title="Kimia anorganik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_anorganik">Kimia      anorganik</a> mengkaji sifat-sifat dan reaksi <a title="Senyawa anorganik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_anorganik">senyawa anorganik</a>. Perbedaan antara bidang      organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih,      khususnya dalam bidang <a title="Kimia organologam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_organologam">kimia organologam</a>.</li>
<li><a title="Kimia organik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_organik">Kimia organik</a> mengkaji struktur, sifat, komposisi,      mekanisme, dan <a title="Reaksi kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia">reaksi</a> <a title="Senyawa organik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik">senyawa organik</a>. Suatu senyawa organik didefinisikan      sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.</li>
<li><a title="Kimia fisik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_fisik">Kimia fisik</a> mengkaji dasar fisik sistem dan      proses kimia, khususnya energitika dan dinamika sistem dan proses      tersebut. Bidang-bidang penting dalam kajian ini di antaranya <a title="Termodinamika kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Termodinamika_kimia">termodinamika      kimia</a>, <a title="Kinetika kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kinetika_kimia">kinetika      kimia</a>, <a title="Elektrokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokimia">elektrokimia</a>, <a title="Mekanika statistika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_statistika">mekanika      statistika</a>, dan      <a title="Spektroskopi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektroskopi">spektroskopi</a>. Kimia fisik memiliki banyak tumpang      tindih dengan <a title="Fisika molekular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika_molekular">fisika      molekular</a>.      Kimia fisik melibatkan penggunaan <a title="Kalkulus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalkulus">kalkulus</a> untuk menurunkan persamaan, dan biasanya      berhubungan dengan <a title="Kimia kuantum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_kuantum">kimia kuantum</a> serta kimia teori.</li>
<li><a title="Kimia teori" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_teori">Kimia teori</a> adalah studi kimia melalui      penjabaran teori dasar (biasanya dalam <a title="Matematika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika">matematika</a> atau <a title="Fisika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika">fisika</a>). Secara spesifik, penerapan <a title="Mekanika kuantum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_kuantum">mekanika      kuantum</a> dalam      kimia disebut <a title="Kimia kuantum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_kuantum">kimia kuantum</a>. Sejak akhir <a title="Perang Dunia II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II">Perang      Dunia II</a>,      perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik <a title="Kimia komputasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_komputasi">kimia      komputasi</a>,      yang merupakan seni pengembangan dan penerapan <a title="Program komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Program_komputer">program      komputer</a> untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak      tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan <a title="Fisika benda kondensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika_benda_kondensi">fisika      benda kondensi</a> dan <a title="Fisika molekular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika_molekular">fisika      molekular</a>.</li>
<li><a title="Kimia nuklir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_nuklir">Kimia nuklir</a> mengkaji bagaimana partikel subatom      bergabung dan membentuk inti. <a title="Transmutasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transmutasi">Transmutasi</a> modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir dan <a title="Tabel nuklida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_nuklida">tabel      nuklida</a> merupakan hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.</li>
</ul>
<p>Bidang lain antara lain adalah <a title="Astrokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astrokimia">astrokimia</a>, <a title="Biologi molekular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi_molekular">biologi molekular</a>, <a title="Elektrokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokimia">elektrokimia</a>, <a title="Farmakologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Farmakologi">farmakologi</a>, <a title="Fitokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fitokimia">fitokimia</a>, <a title="Fotokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fotokimia">fotokimia</a>, <a title="Genetika molekular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika_molekular">genetika molekular</a>, <a title="Geokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geokimia">geokimia</a>, <a title="Ilmu bahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_bahan">ilmu bahan</a>, <a title="Kimia aliran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia_aliran&amp;action=edit&amp;redlink=1">kimia aliran</a>, <a title="Kimia atmosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_atmosfer">kimia atmosfer</a>, <a title="Kimia benda padat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_benda_padat">kimia benda padat</a>, <a title="Kimia hijau (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia_hijau&amp;action=edit&amp;redlink=1">kimia hijau</a>, <a title="Kimia inti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_inti">kimia inti</a>, <a title="Kimia medisinal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_medisinal">kimia medisinal</a>, <a title="Kimia komputasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_komputasi">kimia komputasi</a>, <a title="Kimia lingkungan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_lingkungan">kimia lingkungan</a>, <a title="Kimia organologam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_organologam">kimia organologam</a>, <a title="Kimia permukaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_permukaan">kimia permukaan</a>, <a title="Kimia polimer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_polimer">kimia polimer</a>, <a title="Kimia supramolekular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_supramolekular">kimia supramolekular</a>, <a title="Nanoteknologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nanoteknologi">nanoteknologi</a>, <a title="Petrokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Petrokimia">petrokimia</a>, <a title="Sejarah kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_kimia">sejarah kimia</a>, <a title="Sonokimia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sonokimia&amp;action=edit&amp;redlink=1">sonokimia</a>, <a title="Teknik kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_kimia">teknik kimia</a>, serta <a title="Termokimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Termokimia">termokimia</a>.</p>
<h2>Konsep dasar</h2>
<p>== Pengantar ==</p>
<p>Kimia sering disebut sebagai &#8220;ilmu pusat&#8221; karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti [[fisika]], [[ilmu bahan]], [[nanoteknologi]], [[biologi]], [[farmasi]], [[kedokteran]], [[bioinformatika]], dan [[geologi]] &lt;ref&gt;{{cite web | title = Chemistry &#8211; The Central Science | work = The Chemistry Hall of Fame | publisher = York University | url = http://www.chem.yorku.ca/hall_of_fame/whychem.htm | accessdate = 2006-09-12}}&lt;/ref&gt;. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, [[kimia fisik]] melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap [[materi]] pada tingkat [[atom]] dan [[molekul]].</p>
<p>Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan [[energi]], terutama dalam hubungannya dengan [[hukum pertama termodinamika]]. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara [[zat kimia]] dalam [[reaksi kimia]], yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan [[entalpi]], seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu [[katalis]], yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah [[asam sulfat]] yang mengkatalisasi [[elektrolisis]] air) atau fenomena immaterial (seperti [[radiasi elektromagnet]] dalam reaksi [[fotokimia]]). Kimia tradisional juga menangani [[analisis]] zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam [[spektroskopi]].</p>
<p>Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen [[subatom]] yang membentuk atom; [[proton]], [[elektron]], dan [[neutron]]. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti [[ion]], [[molekul]], atau [[kristal]]. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. [[Baja]] lebih keras dari [[besi]] karena atom-atomnya terikat dalam [[struktur kristal]] yang lebih kaku. [[Kayu]] terbakar atau mengalami [[oksidasi]] cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan [[oksigen]] pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.</p>
<p>Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah [[padat]], [[cair]], [[gas]], dan [[plasma]]. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di [[luar angkasa]] yang berupa [[bintang]], karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada [[suhu kamar]] yang dapat melawan [[gravitasi]] atau gaya lemah lain yang mencoba merubahnya. Zat [[cair]] memiliki [[ikatan kimia|ikatan]] yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. [[Gas]] tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.</p>
<p>[[Berkas:Kochendes wasser02.jpg|thumb|left|[[Air]] yang dipanaskan akan berubah [[fase benda|fase]] menjadi uap air.]]</p>
<p>[[Air]] (H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O) berbentuk [[cairan]] dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh [[gaya antarmolekul]] yang disebut [[ikatan Hidrogen]]. Di sisi lain, [[hidrogen sulfida]] (H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;S) berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (&#8221;dipole&#8221;) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °[[Celsius|C]] sampai 100&amp;nbsp;°C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat [[panas penguapan]]) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.</p>
<p>[[Ilmuwan]] yang mempelajari kimia sering disebut [[kimiawan]]. Sebagian besar kimiawan melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering disebut &#8220;kimia umum&#8221; dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.</p>
<p>Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada [[alkimia]] yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.</p>
<p>== Sejarah ==</p>
<p>[[Berkas:Robert Boyle.jpg|thumb|[[Robert Boyle]], perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode [[alkimia]] terdahulu.]]</p>
<p>{{utama|Sejarah kimia}}</p>
<p>Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena [[pembakaran]]. [[Api]] merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan [[besi]] dan [[gelas]]. Setelah [[emas]] ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat merubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu [[protosains]] yang disebut [[Alkimia]]. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran [[filsafat]], [[mistisisme]], dan protosains.</p>
<p>Alkimiawan menemukan banyak [[proses kimia]] yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama [[Abu Musa Jabir bin Hayyan]] dan [[Paracelsus]]) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan [[metode ilmiah]] terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah [[Robert Boyle]] (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh [[Antoine Lavoisier]] dengan [[hukum kekekalan massa]]nya pada tahun 1783. [[Penemuan unsur kimia]] memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya [[tabel periodik]] unsur kimia oleh [[Dmitri Mendeleyev]] pada tahun 1869.</p>
<p>[[Penghargaan Nobel dalam Kimia]] yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu [[mekanika kuantum]] mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek [[biologi]] yang melebar ke bidang [[biokimia]].</p>
<p>[[Industri kimia]] mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran [[riset dan pengembangan]] 2,1% dari total penjualan &lt;ref&gt;{{cite journal | title = Top 50 Chemical Producers | journal = [[Chemical &amp; Engineering News]] | date = [[18 Juli]], [[2005]] | volume = 83 | issue = 29 | pages = 20–23 | url =</p>
<p>== Cabang ilmu kimia ==</p>
<p>[[Berkas:Pipetten.JPG|thumb|[[Pipet]] laboratorium]]</p>
<p>{{utama|Cabang ilmu kimia}}</p>
<p>Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.</p>
<p>* [[Kimia analitik]] adalah [[analisis]] cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman tentang [[susunan kimia]] dan [[struktur]]nya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua subdisiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.</p>
<p>* [[Biokimia]] mempelajari [[senyawa kimia]], [[reaksi kimia]], dan [[interaksi]] kimia yang terjadi dalam [[organisme]] hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti dalam [[kimia medisinal]] atau [[neurokimia]]. Biokimia juga berhubungan dengan [[biologi molekular]], [[fisiologi]], dan [[genetika]].</p>
<p>* [[Kimia anorganik]] mengkaji sifat-sifat dan reaksi [[senyawa anorganik]]. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang [[kimia organologam]].</p>
<p>* [[Kimia organik]] mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan [[reaksi kimia|reaksi]] [[senyawa organik]]. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.</p>
<p>* [[Kimia fisik]] mengkaji dasar fisik sistem dan proses kimia, khususnya energitika dan dinamika sistem dan proses tersebut. Bidang-bidang penting dalam kajian ini di antaranya [[termodinamika kimia]], [[kinetika kimia]], [[elektrokimia]], [[mekanika statistika]], dan [[spektroskopi]]. Kimia fisik memiliki banyak tumpang tindih dengan [[fisika molekular]]. Kimia fisik melibatkan penggunaan [[kalkulus]] untuk menurunkan persamaan, dan biasanya berhubungan dengan [[kimia kuantum]] serta kimia teori.</p>
<p>* [[Kimia teori]] adalah studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam [[matematika]] atau [[fisika]]). Secara spesifik, penerapan [[mekanika kuantum]] dalam kimia disebut [[kimia kuantum]]. Sejak akhir [[Perang Dunia II]], perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik [[kimia komputasi]], yang merupakan seni pengembangan dan penerapan [[program komputer]] untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan [[fisika benda kondensi]] dan [[fisika molekular]].</p>
<p>* [[Kimia nuklir]] mengkaji bagaimana partikel subatom bergabung dan membentuk inti. [[Transmutasi]] modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir dan [[tabel nuklida]] merupakan hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.</p>
<p>Bidang lain antara lain adalah [[astrokimia]], [[biologi molekular]], [[elektrokimia]], [[farmakologi]], [[fitokimia]], [[fotokimia]], [[genetika molekular]], [[geokimia]], [[ilmu bahan]], [[kimia aliran]], [[kimia atmosfer]], [[kimia benda padat]], [[kimia hijau]], [[kimia inti]], [[kimia medisinal]], [[kimia komputasi]], [[kimia lingkungan]], [[kimia organologam]], [[kimia permukaan]], [[kimia polimer]], [[kimia supramolekular]], [[nanoteknologi]], [[petrokimia]], [[sejarah kimia]], [[sonokimia]], [[teknik kimia]], serta [[termokimia]].</p>
<p>== Konsep dasar ==</p>
<p>=== Tatanama ===</p>
<p>[[Berkas:320px-IUPAC.png|thumb|120px|Logo [[IUPAC]]]]</p>
<p>{{utama|Tatanama IUPAC}}</p>
<p>&#8221;Tatanama kimia&#8221; merujuk pada sistem penamaan [[senyawa kimia]]. Telah dibuat sistem penamaan spesies kimia yang terdefinisi dengan baik. [[Senyawa organik]] diberi nama menurut sistem [[tatanama organik]]. [[Senyawa anorganik]] dinamai menurut sistem [[tatanama anorganik]].</p>
<p>=== Atom ===</p>
<p>{{utama|Atom}}</p>
<p>&#8221;Atom&#8221; adalah suatu kumpulan materi yang terdiri atas [[inti atom|inti]] yang bermuatan positif, yang biasanya mengandung [[proton]] dan [[neutron]], dan beberapa elektron di sekitarnya yang mengimbangi muatan positif inti. Atom juga merupakan satuan terkecil yang dapat diuraikan dari suatu unsur dan masih mempertahankan sifatnya, terbentuk dari inti yang rapat dan bermuatan positif dikelilingi oleh suatu sistem elektron.</p>
<p>=== Unsur ===</p>
<p>[[Berkas:UraniumUSGOV.jpg|thumb|Bijih [[uranium]]]]</p>
<p>{{utama|Unsur kimia}}</p>
<p>&#8221;Unsur&#8221; adalah sekelompok atom yang memiliki jumlah [[proton]] yang sama pada [[inti atom|intinya]]. Jumlah ini disebut sebagai [[nomor atom]] unsur. Sebagai contoh, semua atom yang memiliki 6 proton pada intinya adalah atom dari unsur kimia [[karbon]], dan semua atom yang memiliki 92 proton pada intinya adalah atom unsur [[uranium]].</p>
<p>Tampilan unsur-unsur yang paling pas adalah dalam [[tabel periodik]], yang mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat kimianya. [[Daftar unsur berdasarkan nama]], [[daftar unsur berdasarkan lambang|lambang]], dan [[daftar unsur berdasarkan nomor atom|nomor atom]] juga tersedia.</p>
<p>=== Ion ===</p>
<p>{{utama|Ion}}</p>
<p>&#8221;Ion&#8221; atau spesies bermuatan, atau suatu atom atau molekul yang kehilangan atau mendapatkan satu atau lebih elektron. [[Kation]] bermuatan positif (misalnya kation [[natrium]] Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;) dan [[anion]] bermuatan negatif (misalnya [[klorida]] Cl&lt;sup&gt;−&lt;/sup&gt;) dapat membentuk [[garam]] netral (misalnya [[natrium klorida]], NaCl). Contoh [[ion poliatom]] yang tidak terpecah sewaktu reaksi asam-basa adalah [[hidroksida]] (OH&lt;sup&gt;−&lt;/sup&gt;) dan [[fosfat]] (PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;3−&lt;/sup&gt;).</p>
<p>=== Senyawa ===</p>
<p>{{utama|Senyawa kimia}}</p>
<p>&#8221;Senyawa&#8221; merupakan suatu zat yang dibentuk oleh dua atau lebih [[unsur]] dengan &#8221;perbandingan tetap&#8221; yang menentukan susunannya. sebagai contoh, [[air]] merupakan senyawa yang mengandung [[hidrogen]] dan [[oksigen]] dengan perbandingan dua terhadap satu. Senyawa dibentuk dan diuraikan oleh [[reaksi kimia]].</p>
<p>=== Molekul ===</p>
<p>{{utama|Molekul}}</p>
<p>&#8221;Molekul&#8221; adalah bagian terkecil dan tidak terpecah dari suatu [[senyawa kimia]] murni yang masih mempertahankan sifat kimia dan fisik yang unik. Suatu molekul terdiri dari dua atau lebih [[atom]] yang [[ikatan kimia|terikat]] satu sama lain.</p>
<p>=== Zat kimia ===</p>
<p>{{utama|Zat kimia}}</p>
<p>Suatu &#8216;zat kimia&#8217; dapat berupa suatu unsur, senyawa, atau campuran senyawa-senyawa, unsur-unsur, atau senyawa dan unsur. Sebagian besar materi yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu bentuk campuran, misalnya [[air]], [[aloy]], [[biomassa]], dll.</p>
<p>=== Ikatan kimia ===</p>
<p>[[Berkas:Electron orbitals.svg|thumb|300px|Orbital atom dan orbital molekul [[elektron]]]]</p>
<p>{{utama|Ikatan kimia}}</p>
<p>&#8221;Ikatan kimia&#8221; merupakan gaya yang menahan berkumpulnya [[atom]]-atom dalam [[molekul]] atau [[kristal]]. Pada banyak senyawa sederhana, [[teori ikatan valensi]] dan konsep [[bilangan oksidasi]] dapat digunakan untuk menduga struktur molekular dan susunannya. Serupa dengan ini, teori-teori dari [[fisika klasik]] dapat digunakan untuk menduga banyak dari struktur ionik. Pada senyawa yang lebih kompleks/rumit, seperti [[kompleks]] logam, teori ikatan valensi tidak dapat digunakan karena membutuhken pemahaman yang lebih dalam dengan basis [[mekanika kuantum]].</p>
<p>=== Wujud zat ===</p>
<p>{{utama|Fase zat}}</p>
<p>&#8221;Fase&#8221; adalah kumpulan keadaan sebuah sistem fisik makroskopis yang relatif serbasama baik itu komposisi kimianya maupun sifat-sifat fisikanya (misalnya masa jenis, struktur kristal, indeks refraksi, dan lain sebagainya). Contoh keadaan fase yang kita kenal adalah padatan, cair, dan gas. Keadaan fase yang lain yang misalnya plasma, kondensasi Bose-Einstein, dan kondensasi Fermion. Keadaan fase dari material magnetik adalah [[paramagnetik]], [[feromagnetik]] dan [[diamagnetik]].</p>
<p>=== Reaksi kimia ===</p>
<p>[[Berkas:Hydrochloric acid ammonia.jpg|thumb|Reaksi kimia antara [[hidrogen klorida]] dan [[amonia]] membentuk senyawa baru [[amonium klorida]]]]</p>
<p>{{utama|Reaksi kimia}}</p>
<p>&#8221;Reaksi kimia&#8221; adalah transformasi/perubahan dalam [[struktur]] [[molekul]]. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yang lebih besar, pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yang lebih kecil, atau [[penataulangan]] [[atom]]-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya [[ikatan kimia]].</p>
<p>=== Kimia kuantum ===</p>
<p>{{utama|Kimia kuantum}}</p>
<p>&#8221;Kimia kuantum&#8221; secara matematis menjelaskan kelakuan dasar [[materi]] pada tingkat [[molekul]]. Secara prinsip, dimungkinkan untuk menjelaskan semua sistem kimia dengan menggunakan teori ini. Dalam praktiknya, hanya sistem kimia paling sederhana yang dapat secara realistis diinvestigasi dengan [[mekanika kuantum]] murni dan harus dilakukan hampiran untuk sebagian besar tujuan praktis (misalnya, [[Hartree-Fock]], [[pasca-Hartree-Fock]], atau [[teori fungsi kerapatan]], lihat [[kimia komputasi]] untuk detilnya). Karenanya, pemahaman mendalam mekanika kuantum tidak diperlukan bagi sebagian besar bidang kimia karena implikasi penting dari teori (terutama hampiran orbital) dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih sederhana.</p>
<p>Dalam mekanika kuantum (beberapa penerapan dalam kimia komputasi dan kimia kuantum), [[Hamiltonan]], atau keadaan fisik, dari partikel dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dua operator, satu berhubungan dengan [[energi kinetik]] dan satunya dengan [[energi potensial]]. Hamiltonan dalam [[persamaan gelombang Schrödinger]] yang digunakan dalam kimia kuantum tidak memiliki terminologi bagi [[putaran elektron]].</p>
<p>Penyelesaian persamaan Schrödinger untuk atom [[hidrogen]] memberikan bentuk [[persamaan gelombang]] untuk [[orbital atom]], dan energi relatif dari orbital 1s, 2s, 2p, dan 3p. Hampiran orbital dapat digunakan untuk memahami atom lainnya seperti [[helium]], [[litium]], dan [[karbon]].</p>
<p>=== Hukum kimia ===</p>
<p>{{utama|Hukum kimia}}</p>
<p>&#8221;Hukum-hukum kimia&#8221; sebenarnya merupakan [[hukum fisika]] yang diterapkan dalam sistem kimia. Konsep yang paling mendasar dalam kimia adalah [[Hukum kekekalan massa]] yang menyatakan bahwa tidak ada perubahan jumlah zat yang terukur pada saat [[reaksi kimia]] biasa. Fisika modern menunjukkan bahwa sebenarnya [[energi]]lah yang kekal, dan bahwa energi dan massa saling [[Einstein#Kesetaraan energi|berkaitan]]. [[Kekekalan energi]] ini mengarahkan kepada pentingnya konsep [[kesetimbangan]], [[termodinamika]], dan [[kinetika]].</p>
<p>=== Atom ===</p>
<p>{{utama|Atom}}</p>
<p>&#8221;Atom&#8221; adalah suatu kumpulan materi yang terdiri atas [[inti atom|inti]] yang bermuatan positif, yang biasanya mengandung [[proton]] dan [[neutron]], dan beberapa elektron di sekitarnya yang mengimbangi muatan positif inti. Atom juga merupakan satuan terkecil yang dapat diuraikan dari suatu unsur dan masih mempertahankan sifatnya, terbentuk dari inti yang rapat dan bermuatan positif dikelilingi oleh suatu sistem elektron.</p>
<p>=== Unsur ===</p>
<p>[[Berkas:UraniumUSGOV.jpg|thumb|Bijih [[uranium]]]]</p>
<p>{{utama|Unsur kimia}}</p>
<p>&#8221;Unsur&#8221; adalah sekelompok atom yang memiliki jumlah [[proton]] yang sama pada [[inti atom|intinya]]. Jumlah ini disebut sebagai [[nomor atom]] unsur. Sebagai contoh, semua atom yang memiliki 6 proton pada intinya adalah atom dari unsur kimia [[karbon]], dan semua atom yang memiliki 92 proton pada intinya adalah atom unsur [[uranium]].</p>
<p>Tampilan unsur-unsur yang paling pas adalah dalam [[tabel periodik]], yang mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat kimianya. [[Daftar unsur berdasarkan nama]], [[daftar unsur berdasarkan lambang|lambang]], dan [[daftar unsur berdasarkan nomor atom|nomor atom]] juga tersedia.</p>
<p>=== Ion ===</p>
<p>{{utama|Ion}}</p>
<p>&#8221;Ion&#8221; atau spesies bermuatan, atau suatu atom atau molekul yang kehilangan atau mendapatkan satu atau lebih elektron. [[Kation]] bermuatan positif (misalnya kation [[natrium]] Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;) dan [[anion]] bermuatan negatif (misalnya [[klorida]] Cl&lt;sup&gt;−&lt;/sup&gt;) dapat membentuk [[garam]] netral (misalnya [[natrium klorida]], NaCl). Contoh [[ion poliatom]] yang tidak terpecah sewaktu reaksi asam-basa adalah [[hidroksida]] (OH&lt;sup&gt;−&lt;/sup&gt;) dan [[fosfat]] (PO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;3−&lt;/sup&gt;).</p>
<p>=== Senyawa ===</p>
<p>{{utama|Senyawa kimia}}</p>
<p>&#8221;Senyawa&#8221; merupakan suatu zat yang dibentuk oleh dua atau lebih [[unsur]] dengan &#8221;perbandingan tetap&#8221; yang menentukan susunannya. sebagai contoh, [[air]] merupakan senyawa yang mengandung [[hidrogen]] dan [[oksigen]] dengan perbandingan dua terhadap satu. Senyawa dibentuk dan diuraikan oleh [[reaksi kimia]].</p>
<p>=== Molekul ===</p>
<p>{{utama|Molekul}}</p>
<p>&#8221;Molekul&#8221; adalah bagian terkecil dan tidak terpecah dari suatu [[senyawa kimia]] murni yang masih mempertahankan sifat kimia dan fisik yang unik. Suatu molekul terdiri dari dua atau lebih [[atom]] yang [[ikatan kimia|terikat]] satu sama lain.</p>
<p>=== Zat kimia ===</p>
<p>{{utama|Zat kimia}}</p>
<p>Suatu &#8216;zat kimia&#8217; dapat berupa suatu unsur, senyawa, atau campuran senyawa-senyawa, unsur-unsur, atau senyawa dan unsur. Sebagian besar materi yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu bentuk campuran, misalnya [[air]], [[aloy]], [[biomassa]], dll.</p>
<p>=== Ikatan kimia ===</p>
<p>[[Berkas:Electron orbitals.svg|thumb|300px|Orbital atom dan orbital molekul [[elektron]]]]</p>
<p>{{utama|Ikatan kimia}}</p>
<p>&#8221;Ikatan kimia&#8221; merupakan gaya yang menahan berkumpulnya [[atom]]-atom dalam [[molekul]] atau [[kristal]]. Pada banyak senyawa sederhana, [[teori ikatan valensi]] dan konsep [[bilangan oksidasi]] dapat digunakan untuk menduga struktur molekular dan susunannya. Serupa dengan ini, teori-teori dari [[fisika klasik]] dapat digunakan untuk menduga banyak dari struktur ionik. Pada senyawa yang lebih kompleks/rumit, seperti [[kompleks]] logam, teori ikatan valensi tidak dapat digunakan karena membutuhken pemahaman yang lebih dalam dengan basis [[mekanika kuantum]].</p>
<p>=== Wujud zat ===</p>
<p>{{utama|Fase zat}}</p>
<p>&#8221;Fase&#8221; adalah kumpulan keadaan sebuah sistem fisik makroskopis yang relatif serbasama baik itu komposisi kimianya maupun sifat-sifat fisikanya (misalnya masa jenis, struktur kristal, indeks refraksi, dan lain sebagainya). Contoh keadaan fase yang kita kenal adalah padatan, cair, dan gas. Keadaan fase yang lain yang misalnya plasma, kondensasi Bose-Einstein, dan kondensasi Fermion. Keadaan fase dari material magnetik adalah [[paramagnetik]], [[feromagnetik]] dan [[diamagnetik]].</p>
<p>=== Reaksi kimia ===</p>
<p>[[Berkas:Hydrochloric acid ammonia.jpg|thumb|Reaksi kimia antara [[hidrogen klorida]] dan [[amonia]] membentuk senyawa baru [[amonium klorida]]]]</p>
<p>{{utama|Reaksi kimia}}</p>
<p>&#8221;Reaksi kimia&#8221; adalah transformasi/perubahan dalam [[struktur]] [[molekul]]. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yang lebih besar, pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yang lebih kecil, atau [[penataulangan]] [[atom]]-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya [[ikatan kimia]].</p>
<p>=== Kimia kuantum ===</p>
<p>{{utama|Kimia kuantum}}</p>
<p>&#8221;Kimia kuantum&#8221; secara matematis menjelaskan kelakuan dasar [[materi]] pada tingkat [[molekul]]. Secara prinsip, dimungkinkan untuk menjelaskan semua sistem kimia dengan menggunakan teori ini. Dalam praktiknya, hanya sistem kimia paling sederhana yang dapat secara realistis diinvestigasi dengan [[mekanika kuantum]] murni dan harus dilakukan hampiran untuk sebagian besar tujuan praktis (misalnya, [[Hartree-Fock]], [[pasca-Hartree-Fock]], atau [[teori fungsi kerapatan]], lihat [[kimia komputasi]] untuk detilnya). Karenanya, pemahaman mendalam mekanika kuantum tidak diperlukan bagi sebagian besar bidang kimia karena implikasi penting dari teori (terutama hampiran orbital) dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih sederhana.</p>
<p>Dalam mekanika kuantum (beberapa penerapan dalam kimia komputasi dan kimia kuantum), [[Hamiltonan]], atau keadaan fisik, dari partikel dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dua operator, satu berhubungan dengan [[energi kinetik]] dan satunya dengan [[energi potensial]]. Hamiltonan dalam [[persamaan gelombang Schrödinger]] yang digunakan dalam kimia kuantum tidak memiliki terminologi bagi [[putaran elektron]].</p>
<p>Penyelesaian persamaan Schrödinger untuk atom [[hidrogen]] memberikan bentuk [[persamaan gelombang]] untuk [[orbital atom]], dan energi relatif dari orbital 1s, 2s, 2p, dan 3p. Hampiran orbital dapat digunakan untuk memahami atom lainnya seperti [[helium]], [[litium]], dan [[karbon]].</p>
<p>=== Hukum kimia ===</p>
<p>{{utama|Hukum kimia}}</p>
<p>&#8221;Hukum-hukum kimia&#8221; sebenarnya merupakan [[hukum fisika]] yang diterapkan dalam sistem kimia. Konsep yang paling mendasar dalam kimia adalah [[Hukum kekekalan massa]] yang menyatakan bahwa tidak ada perubahan jumlah zat yang terukur pada saat [[reaksi kimia]] biasa. Fisika modern menunjukkan bahwa sebenarnya [[energi]]lah yang kekal, dan bahwa energi dan massa saling [[Einstein#Kesetaraan energi|berkaitan]]. [[Kekekalan energi]] ini mengarahkan kepada pentingnya konsep [[kesetimbangan]], [[termodinamika]], dan [[kinetika]].</p>
<p>== Industri Kimia ==</p>
<p>Industri kimia adalah salah satu aktivitas ekonomi yang penting. Top 50 produser kimia dunia pada tahun 2004 mempunyai penjualan sebesar USD $587 milyar dengan profit margin sebesar 8.1% dan penegluaran rekayasa (research and development) sebesar 2.1% dari total penjualan kimia. &lt;ref&gt;{{cite journal | title = Top 50 Chemical Producers | journal = Chemical &amp; Engineering News | date = [[July 18]], [[2005]] | volume = 83 | issue = 29 | pages = 20–23 | url = <a href="http://pubs.acs.org/cen/coverstory/83/8329globaltop50.html%7d%7d%3c/ref">http://pubs.acs.org/cen/coverstory/83/8329globaltop50.html}}&lt;/ref</a>&gt;</p>
<h1>Stoikiometri</h1>
<p><strong>Kata Kunci:</strong> <a href="http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/massa_atom/">massa atom</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/massa_molekul/">massa molekul</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/satuan_massa_atom/">satuan massa atom</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/stoikiometri/">stoikiometri</a></p>
<p>Ditulis oleh <a title="Posts by Yoshito Takeuchi" href="http://www.chem-is-try.org/author/Yoshito_Takeuchi/">Yoshito Takeuchi</a> pada 01-03-2008</p>
<p><strong>a. Tahap awal stoikiometri</strong></p>
<p>Di awal kimia, aspek kuantitatif perubahan kimia, yakni <strong>stoikiometri</strong> reaksi kimia, tidak mendapat banyak perhatian. Bahkan saat perhatian telah diberikan, teknik dan alat percobaan tidak menghasilkan hasil yang benar.</p>
<p>Salah satu contoh melibatkan <strong>teori flogiston</strong>. Flogistonis mencoba menjelaskan fenomena pembakaran dengan istilah “zat dapat terbakar”. Menurut para flogitonis, pembakaran adalah pelepasan zat dapat etrbakar (dari zat yang terbakar). Zat ini yang kemudian disebut ”flogiston”. Berdasarkan teori ini, mereka mendefinisikan pembakaran sebagai pelepasan flogiston dari zat terbakar. Perubahan massa kayu bila terbakar cocok dengan baik dengan teori ini. Namun, perubahan massa logam ketika dikalsinasi tidak cocok dengan teori ini. Walaupun demikian flogistonis menerima bahwa kedua proses tersebut pada dasarnya identik. Peningkatan massa logam terkalsinasi adalah merupakan fakta. Flogistonis berusaha menjelaskan anomali ini dengan menyatakan bahwa flogiston bermassa negatif.</p>
<p>Filsuf dari Flanders Jan Baptista van Helmont (1579-1644) melakukan percobaan “willow” yang terkenal. Ia menumbuhkan bibit willow setelah mengukur massa pot bunga dan tanahnya. Karena tidak ada perubahan massa pot bunga dan tanah saat benihnya tumbuh, ia menganggap bahwa massa yang didapatkan hanya karena air yang masuk ke bijih. Ia menyimpulkan bahwa “akar semua materi adalah air”. Berdasarkan pandangan saat ini, hipotesis dan percobaannya jauh dari sempurna, tetapi teorinya adalah contoh yang baik dari sikap aspek kimia kuantitatif yang sedang tumbuh. Helmont mengenali pentingnya stoikiometri, dan jelas mendahului zamannya.</p>
<p>Di akhir abad 18, kimiawan Jerman Jeremias Benjamin Richter (1762-1807) menemukan konsep ekuivalen (dalam istilah kimia modern ekuivalen kimia) dengan pengamatan teliti reaksi asam/basa, yakni hubungan kuantitatif antara asam dan basa dalam reaksi <a title="netralisasi" href="http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/asam_dan_basa/netralisasi/">netralisasi</a>. Ekuivalen Richter, atau yang sekarang disebut ekuivalen kimia, mengindikasikan sejumlah tertentu materi dalam reaksi. Satu ekuivalen dalam netralisasi berkaitan dengan hubungan antara sejumlah asam dan sejumlah basa untuk mentralkannya. Pengetahuan yang tepat tentang ekuivalen sangat penting untuk menghasilkan sabun dan serbuk mesiu yang baik. Jadi, pengetahuan seperti ini sangat penting secara praktis.</p>
<p>Pada saat yang sama Lavoisier menetapkan hukum kekekalan massa, dan memberikan dasar konsep ekuivalen dengan percobaannya yang akurat dan kreatif. Jadi, stoikiometri yang menangani aspek kuantitatif reaksi kimia menjadi metodologi dasar kimia. Semua hukum fundamental kimia, dari hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap sampai hukum reaksi gas semua didasarkan stoikiometri. Hukum-hukum fundamental ini merupakan dasar teori atom, dan secara konsisten dijelaskan dengan teori atom. Namun, menarik untuk dicatat bahwa, konsep ekuivalen digunakan sebelum teori atom dikenalkan.</p>
<p><strong>b. Massa atom relatif dan massa atom</strong></p>
<p>Dalton mengenali bahwa penting untuk menentukan massa setiap atom karena massanya bervariasi untuk setiap jenis atom. Atom sangat kecil sehingga tidak mungkin menentukan massa satu atom. Maka ia memfokuskan pada nilai relatif massa dan membuat tabel massa atom (gambar 1.3) untuk pertamakalinya dalam sejarah manusia. Dalam tabelnya, massa unsur teringan, hidrogen ditetapkannya satu sebagai standar (H = 1). Massa atom adalah nilai relatif, artinya suatu rasio tanpa dimensi. Walaupun beberapa massa atomnya berbeda dengan nilai modern, sebagian besar nilai-nilai yang diusulkannya dalam rentang kecocokan dengan nilai saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa ide dan percobaannya benar.</p>
<p>Kemudian kimiawan Swedia Jons Jakob Baron Berzelius (1779-1848) menentukan massa atom dengan oksigen sebagai standar (O = 100). Karena Berzelius mendapatkan nilai ini berdasarkan analisis oksida, ia mempunyai alasan yang jelas untuk memilih oksigen sebagai standar. Namun, standar hidrogen jelas lebih unggul dalam hal kesederhanaannya. Kini, setelah banyak diskusi dan modifikasi, standar karbon digunakan. Dalam metoda ini, massa karbon <sup>12</sup>C dengan 6 proton dan 6 neutron didefinisikan sebagai 12,0000. Massa atom dari suatu atom adalah massa relatif pada standar ini. Walaupun karbon telah dinyatakan sebagai standar, sebenarnya cara ini dapat dianggap sebagai standar hidrogen yang dimodifikasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teknopend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teknopend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teknopend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teknopend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teknopend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teknopend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teknopend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teknopend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teknopend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teknopend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teknopend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teknopend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teknopend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teknopend.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=17&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/28/atom-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49907596070cc5f70eb7e07bd5b86ec7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendraktpdp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teknopend.files.wordpress.com/2010/04/atomlabeledlarge.gif?w=148" medium="image">
			<media:title type="html">AtomLabeledLarge</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Roket Air</title>
		<link>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/26/cara-membuat-roket-air/</link>
		<comments>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/26/cara-membuat-roket-air/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 13:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendraktpdp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknopend.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan Perhatikan video tutorial dibawah ini untuk membuat roket air. Sebelumnya anda harus memastikan bahwa komputer anda sudah terinstall flash player untuk menonton video berikut ini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=10&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan Perhatikan video tutorial dibawah ini untuk membuat roket air. Sebelumnya anda harus memastikan bahwa komputer anda sudah terinstall flash player untuk menonton video berikut ini.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://teknopend.wordpress.com/2010/04/26/cara-membuat-roket-air/"><img src="http://img.youtube.com/vi/KVIyr9fQ0yY/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teknopend.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teknopend.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teknopend.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teknopend.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teknopend.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teknopend.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teknopend.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teknopend.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teknopend.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teknopend.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teknopend.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teknopend.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teknopend.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teknopend.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=10&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/26/cara-membuat-roket-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49907596070cc5f70eb7e07bd5b86ec7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendraktpdp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDEKATAN PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM</title>
		<link>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/25/pendekatan-pengembangan-dan-implementasi-kurikulum/</link>
		<comments>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/25/pendekatan-pengembangan-dan-implementasi-kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 13:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendraktpdp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teknopend.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa literature dijelaskan bahwa model-model pengembangan kurikulum pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu: pertama, model pengembangan yang berkaitan dengan sistem pendidikan/pengelolaan kurikulum yang diterapkan. Dalam kelompok ini dikenal tiga pendekatan, yaitu: (1) The administrative/line staff; (2) Grass-roots; dan (3) The demonstration. (Sukmadinata, 1997:161-170) The line staf atau administrative pada umumnya diterapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=5&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam beberapa literature dijelaskan bahwa model-model pengembangan kurikulum pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu: <strong><em>pertama</em></strong>, model pengembangan yang berkaitan dengan sistem pendidikan/pengelolaan kurikulum yang diterapkan. Dalam kelompok ini dikenal tiga pendekatan, yaitu: (1) <em>The administrative/line staff</em>; (2) <em>Grass-roots</em>; dan (3) <em>The demonstration</em>. (Sukmadinata, 1997:161-170)<span id="more-5"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>The line staf </em>atau<em> administrative</em> pada umumnya diterapkan dalam sistem pendidikan yang bersifat sentralistik. Dalam pendekatan ini inisiatif dan gagasan pengembangan datang dari para administratur pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Dengan wewenang administrasinya, administratur pendidikan (dirjen, direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. Tugas tim ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar, landasan-landasan, kebijakan dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, <em>Grass-root</em> dan <em>The demonstration</em> pada umumnya diterapkan pada sistem pendidikan yang bersifat desentralistik. Dalam pendekatan ini seorang guru, sekelompok guru atau keseluruhan guru  di suatu sekolah mengadakan upaya-upaya pengembangan kurikulum. Penyempurnaan dan pengembangan tersebut dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum, satu atau beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. Dalam konteks yang sama, Jackson (1991: 413) menyebut sebagai pendekatan <em>mutual adaptation</em>. Ciri pokok pendekatan ini adalah bahwa pelaksana kurikulum di lapangan (guru, konselor, kepala sekolah) sekaligus juga sebagai pengembang kurikulum, sehingga memiliki kewenangan untuk mengadakan penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi riil, kebutuhan, dan tuntutan perkembangan secara kontekstual. Jackson berpandangan bahwa pendekatan ini berangkat dari asumsi bahwa pada kenyataannya kurikulum tidak pernah benar-benar dapat diimplementasikan sesuai rencana, namun perlu diadaptasi sesuai kebutuhan setempat. Adaptasi juga dapat dilakukan selama proses implementasi (pembelajaran) berlangsung. Sedangkan Print (1993: 13) menyebut sebagai modifikasi kurikulum (<em>curriculum modification</em>), sebelum sebuah desain kurikulum diterapkan di lapangan (kelas, sekolah). Dalam pandangannya, modifikasi dalam implementasi sebuah desain kurikulum merupakan tahapan yang sangat perlu dilakukan. Demikian juga ukuran kesuksesan sebuah implementasi kurikulum pada dasarnya dapat dilihat dari sejauh mana pengembang kurikulum memiliki kemampuan dan kemauan untuk melakukan modifikasi sesuai kebutuhan lapangan. Dengan begitu, kurikulum yang diimplementasikan di lapangan memiliki peluang diterapkan secara lebih luwes sesuai dengan kebutuhan yang bersifat kontekstual, namun tetap memiliki kriteria keberhasilan secara memadai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kedua</em></strong>, model pengembangan kurikulum yang berkaitan dengan fokus isi/substansi kurikulum. Dalam hubungan ini dikenal beberapa pendekatan yaitu:  (1) <em>Subject academic curriculum</em>, yang berfokus pada bahan ajaran yang berasal dari disiplin ilmu; (2) <em>Humanistic curriculum</em>, yang menekankan keutuhan pribadi, serta kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan siswa; (3) <em>Technological/competence based curriculum</em>, menekankan penguasaan kompetensi, dan dalam proses pembelajaran/diklat dibantu dengan alat-alat teknologis; dan (4) <em>Social reconstruction curriculum</em>, yang berfokus pada masalah sosial dan dalam pembelajarannya menekankan belajar kelompok.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B. Pendekatan dalam Implementasi Kurikulum</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pendekatan-pendekatan implementasi kurikulum yang berkembang hingga saat ini pada dasarnya berpijak dari pandangan/orientasi dalam menempatkan/memposisikan hubungan antara kurikulum dengan siswa sebagai subjek pembelajar. Artinya bahwa pendekatan implementasi kurikulum dalam bentuk kegiatan belajar mengajar sangat bergantung kepada konsep orientasi dalam menempatkan hubungan antara kurikulum dengan peserta didik dan pendidik itu sendiri. Dalam penjelasan Miller and Seller (1985:6-8) terdapat tiga orientasi yang mendasari suatu penyelenggaraan pembelajaran sebagai suatu aktivitas implementasi kurikulum, yakni: (a) orientasi transmisi (<em>transmission position</em>); (b) orientasi transaksi<em> (transaction position</em>); dan (c) orientasi transformasi<em> (transformation</em> <em>position</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk Tulisan Selengkapnya silahkan di Download di halaman<span style="text-decoration:underline;"><strong> &#8220;Download&#8221;</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teknopend.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teknopend.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teknopend.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teknopend.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teknopend.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teknopend.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teknopend.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teknopend.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teknopend.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teknopend.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teknopend.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teknopend.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teknopend.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teknopend.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=5&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/25/pendekatan-pengembangan-dan-implementasi-kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49907596070cc5f70eb7e07bd5b86ec7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendraktpdp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/21/hello-world/</link>
		<comments>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/21/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 17:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendraktpdp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=1&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teknopend.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teknopend.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teknopend.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teknopend.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teknopend.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teknopend.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teknopend.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teknopend.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teknopend.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teknopend.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teknopend.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teknopend.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teknopend.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teknopend.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teknopend.wordpress.com&amp;blog=13254728&amp;post=1&amp;subd=teknopend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teknopend.wordpress.com/2010/04/21/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49907596070cc5f70eb7e07bd5b86ec7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendraktpdp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
